Sabtu, 26 Desember 2009

Penari Gandrung Dianiaya?



Banyuwngi, KPN.

Kali ini korbannya adalah kholifah dari desa Gambiran kecamatan Gambiran kabupaten Banyuwangi. Kholifah adalah penari gandrung kas kesenian daerah diujung pulau Jawa, yaitu kota Banyuwangi.

Kejadian penganiayaan ini disinyalir ada kecemburuan, oleh seorang maniak gandrung, asyik pegawai mandor perkebunan jolondoro Kec. Glenmor, Kabupaten Banyuwangi.

Dari informasi yang kami terima kejadian ini sebetulnya sudah sangat lama sekitar delapan bulan yang lalu, itupun sudah diselesaikan secara kekeluargaan pada tanggal 19/11/2009, Kholifah diundang untuk menari dalam rangka resepsi pernikahan didesa Dasri Kec. Tegalsari, Banyuwangi. Tepatnya jam 04.00 pagi, tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba kholifah dengan posisi menari ditempeleng oleh asyik dengan alasan yang tidak jelas.

sSaat itu juga peristiwa dilaporkan kepolsek Tegalsari, dan kedua belah pihak dipertemukan untuk mencari perdamaian, dan dari dua belah pihak sudah sepakat untuk menyelesaikan dengan beberapa syarat yang diajukan oleh kholifah, pelaku punya janji sampai saat ini tanggal 14/12/2009, pelaku ditunggu di mapolsek tegalsari namun tak kunjung datang.

Karena menunggu terlalu lama, akhirnya kasus ini diperkuat oleh ketua umum paguyuban gandrung banyuwangi, Sihombing, pelaku harus ditutut dengan hukum yang berlaku dengan tuntutan kekerasan pelecehan dan pencemaran nama baik, dengan alasan karena kesenian ini sudah diakui sebagai kesenian tradisional dan dilindungi oleh undang-undang dan hukum katanya (a.kim).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar