Sabtu, 26 Desember 2009

Dinas Pendidikan Trenggalek Tidak Peduli Nasib Kapal Long Line Milik SMK Negeri I Watulimo



Trenggalek, KPN

Dengan adanya kapal LONG LINE milik SMK Negeri I Watulimo mulai tahun 2006 hingga tahun 2009 akhir, Dinas Pendidikan Trenggalek belum pernah peduli darimana lembaga mendapatkan uang untuk pembiayaan kapal tersebut. Padahal kurang lebih 4 tahun, kapal tersebut digunakan untuk praktek siswa SMK Negeri I watulimo, dan tidak sedikit pula biaya operasionalnya.

Belum lagi biaya perawatan yang setiap tahunnya harus menyiapkan dana kurang lebih Rp 12.000.000.00 dan biaya untuk praktek yang harus dipersiapkan. Menurut keterangan dari Drs Budiyono, selaku Kepala Sekolah SMK Negeri I Watulimo, untuk praktek memerlukan dana kurang lebih Rp 20.000.000.00 pertahun. Dana tersebut digunakan untuk beli solar dan biaya maintenen lainya.

Sementara Upaya Drs Budiyono, untuk penggalian dana lewat Kabupaten pun juga kandas katanya. Dengan tidak adanya kepedulian dari Dinas Pendidikan Trenggalek, maka Drs Budiyono, dan Para Guru SMK Negeri I Watulimo berupaya dengan semaksimal mungkin untuk mempertahankan kapal LONG LINE, agar bisa untuk praktek Siswa Siswinya.

Menurut keterangan seseorang yang tidak mau disebutkan, kapal tersebut adalah satu-satunya kapal pembelian dari dana APBN yang masih bisa bertahan, contohnya dalam study banding dengan Banyuwangi dan Jawa Tengah, semuanya sudah rusak. Maka dari itu, Kapal LONG LINE milik SMK Negeri I Watulimo dengan terpaksa dioperasionalkan oleh orang luar lembaga.

Maksud dan tujuan kerjasama dengan nelayan setempat untuk mendapatkan hasil, yang mana hasil tersebut bisa digunakan untuk mencukupi biaya perawatan, praktek Siswa dan lain-lain. Itupun menurut Drs Budiyono, kadang-kadang juga pas-pasan kadang-kadang juga rugi.

Karena biaya operasionalnya sangat tinggi dalam waktu 1 minggu hingga 10 hari, untuk biaya operasional mencapai Rp 4.000.000.00. dengan adanya M o U antara lulusan SMK Negeri I Watulimo dengan perusahaan jepang dan perusahaan nasional , maka kami para guru bekerja sama untuk menjaga dan mempertahankan kapal LONG LINE tetap layak pakai. Agar nantinya bisa digunakan untuk sarana praktek siswa siswi kami. Kami juga sangat berharap pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan mau membantu memberikan dana untuk perawatan dan operasional. Kata Drs Budiyono (san).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar