Minggu, 07 Maret 2010

1000 Rumah Gakin di Rehap


Tulungagung, PILAR
Sedikitnya 1000 keluarga miskin (gakin) di Kabupaten Tulungagung mendapatkan bantuan program bedah rumah tahun 2010 dari pemerintah propinsi Jawa Timur. Program rehab rumah ini sumber dananya berupa material dari Propinsi Jatim masing masing rumah senilai Rp. 5 Jt yang materialnya di kirim langsung oleh rekanan pemenang tender PT. Putra tunggal Abadi Surabaya ,Sedangkan pelaksanaannya personil Kodim 0807 sebagai tenaga bantuan untuk pertukangan bangunan fisik di Bantu masyarakat.
Dandim 0807 Tulungagung Letkol Infantri Tato Widodo saat di temui Surabaya Pagi selasa (23/2) mengatakan “Kegiatan ini merupakan kegiatan Karya Bhakti TNI, bertujuan untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat dan Ini merupakan wujud kepedulian TNI agar menyentuh masyarakat, dapat membantu kesulitan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terang Tito.
Tito menambahkan Program bedah rumah itu sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi warga miskin. Sebab, yang mendapat program bedah rumah tersebut mereka yang hanya terdaftar sebagai warga miskin,” terangnya. Mba Warijan Warga Sendang yang rumah mendapatkan bantuan bedah rumah sangat berterimakasih pada pemerintah dan kodim 0807 yang peduli terhadap wong cilik, dengan adanya program ini rumah Mba warijan berubah menjadi rumah layak huni. (sb/tim)

Tulungagung, PILAR
Sedikitnya 1000 keluarga miskin (gakin) di Kabupaten Tulungagung mendapatkan bantuan program bedah rumah tahun 2010 dari pemerintah propinsi Jawa Timur. Program rehab rumah ini sumber dananya berupa material dari Propinsi Jatim masing masing rumah senilai Rp. 5 Jt yang materialnya di kirim langsung oleh rekanan pemenang tender PT. Putra tunggal Abadi Surabaya ,Sedangkan pelaksanaannya personil Kodim 0807 sebagai tenaga bantuan untuk pertukangan bangunan fisik di Bantu masyarakat.
Dandim 0807 Tulungagung Letkol Infantri Tato Widodo saat di temui Surabaya Pagi selasa (23/2) mengatakan “Kegiatan ini merupakan kegiatan Karya Bhakti TNI, bertujuan untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat dan Ini merupakan wujud kepedulian TNI agar menyentuh masyarakat, dapat membantu kesulitan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terang Tito.
Tito menambahkan Program bedah rumah itu sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi warga miskin. Sebab, yang mendapat program bedah rumah tersebut mereka yang hanya terdaftar sebagai warga miskin,” terangnya. Mba Warijan Warga Sendang yang rumah mendapatkan bantuan bedah rumah sangat berterimakasih pada pemerintah dan kodim 0807 yang peduli terhadap wong cilik, dengan adanya program ini rumah Mba warijan berubah menjadi rumah layak huni. (sb/tim)

Bupati Tulungagung Membuka Pertandingan Sepak Bola Guyub Rukun
Tulungagung, PILAR
Paguyupan kelompok Anggota sepak bola Guyup Rukun Kabupaten Tulungagung kemarin siang, mengadakan pertandiangan sepak bola antara intansi Kabupaten Tulungagung yang di adakan di lapangan Rejoagung. Pertandingan tersebut di buka oleh Bupati Tulungagung Heru Tjahono.
Bupati Tulungagung Heru Tjahjono mengatakan agar para peserta ketika bertanding jangan sampai ngoyo, sportifit dengan semangat guyub rukun. Acara pembukaan di tandai dengan penendangan bola Oleh Bupati.
Ketua Penyelenggara Sepak bola Guyup Rukun Bagus Kuncoro menuturkan pertandingan dimulai pada senin tanggal 15 februari 2010 sampai 4 maret 2010.dalam perlombangan ini ikuti enam tim terdiri dari Tim SKPD atau Pemkab,Tim Kades-Sekdes dan Bagian Pemerintahan,Tim Kodim,Tim Polres,Tim Kejaksaan,Hukum,dan HAM,dan yang terakhir Anggota dewan dan Sekwan.
“Pertandingan sepak bola guyub rukun ini minimal perserta berusia 40 tahun dan sistem pertandingan yang dipakai sistem setengah kompetisi serta bagi para juara I, II , III semua mendapat hadiah seekor kambing.“ Tuturnya. (san)

PMI DKI Akan Dirikan 10 Gerai Donor Darah


DKI Jakarta, PILAR
Untuk lebih memaksimalkan bulan dana Palang Merah Indonesia (PMI) 2010 serta melibatkan kalangan pengusaha, siswa SMA dan Mahasiswa Perguruan Tinggi, PMI DKI Jakarta berencana akan mendirikan gerai-gerai donor darah sebagai tempat mensosialisasikan bulan dana PMI di sejumlah pusat perbelanjaan, sekolah serta perguruan tinggi pada September mendatang. Rencananya PMI DKI Jakarta akan mendirikan 10 gerai, sedangkan PMI Pusat akan mendirikan sebanyak 100 gerai.
Rencana tersebut didasari oleh, hasil evaluasi kegiatan bulan dana PMI sebelumnya yang menyebutkan, kalangan dunia usaha, warga kalangan menegah atas, siswa SMA dan Perguruan Tinggi terlihat belum optimal dalam penggalangan dana PMI. Dari hasil evaluasi tersebut, justru siswa SD dan SMP dan warga kalangan menengah ke bawah yang memiliki partisipasi sangat besar dari hasil penjualan kupon bulan dana PMI.
Hal tersebut diungkapkan Ketua PMI DKI Jakarta, Rini Sutiyoso yang menyatakan, selama ini warga berpenghasilan rendah dan siswa di tingkat SD dan SMP yang memberikan partisipasi dan sumbangsih besart terhadap penjualan kupon bulan dana PMI. PMI DKI Jakarta berharap pelaksanaan bulan dana PMI tahun ini yang akan bergulir pada September mendatang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kalangan dunia usaha, warga menengah ke atas, siswa SMA serta kalangan Perguruan Tinggi. Untuk itu, sejak September mendatang, kupon bulan dana PMI juga mengalami perubahan dimana tidak akan adalagi terdapat kupon dengan besaran Rp 500 melainkan akan dimulai dari nominal Rp 1.000, Rp 2.000 dan Rp 5.000.
“Kita akan tingkatkan besaran nominalnya. Hal ini dilakukan agar lebih dapat menggugah pengusaha dan instansi lainnya, karyawan BUMN serta siswa SMA dan mahasiswa Perguruan Tinggi untuk terlibat membeli kupon tersebut,” ujar Rini Sutiyoso, usai menghadiri acara penutupan Bulan Dana PMI 2009 di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (23/2).
Selain mengubah besaran nominal, Rini menerangkan PMI DKI Jakarta juga akan membuka gerai-gerai donor darah di mal-mal, sekolah SMA dan Perguruan Tinggi yang memiliki jumlah mahasiswa minimal 20 ribu orang. Gerai donor darah ini akan digunakan sebagai tempat sosialisasi bulan dana PMI dan penjualan kupon bulan dana tersebut. “Kita juga akan membuat gerai-gerai PMI di perguruan tinggi yang memiliki mahasiswa 20 ribu keatas serta sekolah SMA di Jakarta. Kita tidak bisa membuat lebih banyak lagi karena keterbatasan dana dan harus menyediakan alat serta tenaga medis,” jelasnya.
Kurang terlibatnya pengusaha, instansi dan BUMN serta siswa SMA dan mahasiswa Perguruan Tinggi dalam pembelian kupon bulan dana, menurut Rini hanya dikarenakan, kurangnya sosialisasi sehingga informasi penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak sampai ke mereka. Agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, PMI DKI Jakarta akan melakukan sosialisasi kegiatan bulan dana PMI 2010 pada pertengahan tahun ini melalui iklan sosial di media cetak, televisi dan radio swasta. “Jadi sebelum September, kita sudah mensosialisasikan kegiatan ini sehingga masyarakat luas lebih tergugah dan peduli,” tegasnya.
Kurang terlibatnya warga menengah ke atas yang hidupnya serba kecukupan juga menjadi sorotan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Dia meminta, untuk segera dilakukan kajian dan penelitian faktor penyebab mereka kurang optimal berpartisipasi dalam kegiatan bulan dana PMI. Hasil kajian itu nantinya dapat digunakan atau direkomendasikan sebagai jalan keluar mengatasi kendala dan kelemahan tersebut.
Selama pelaksanaan bulan dana PMI 2009, Fauzi mencatat pengumpulan dana pada tingkat SD dan SMP mencapai angka yang luar biasa. “Namun disisi lain saya bertanya-tanya apa yang terjadi di SMA dan Perguruan Tinggi. Padahal uang saku mereka lebih besar dari siswa SD dan SMP. Jadi saya kira ini perlu dilakukan kajian-kajian mendasar sebelum kita mulai bulan dana 2010 mendatang,” kata Fauzi Bowo.
Untuk lebih menggiatkan dan menggalakan kegiatan ini, gubernur menegaskan, sebelum dimulainya bulan dana PMI tahun ini, Pemprov DKI Jakarta da PMI DKI Jakarta akan menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan seluruh stasiun televisi dan radio-radio swasta niaga di Jakarta dalam mensosialisasikan bulan dana PMI 2010. “Tanpa kajian yang mendasar dan pendekatan yang profesional saya tidak yakin kita akan berhasil di tahun ini,” tandasnya. (su)

Gerakan Indonesia Menabung Target 48 Juta Penabung


DKI Jakarta, PILAR
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Gerakan Indonesia Menabung dan meluncurkan produk "TabunganKu" untuk menumbuhkan budaya menabung. Acara itu dilakukan di Jakarta International Expo, Sabtu pagi, di hadapan ratusan orang perwakilan kelompok masyarakat, termasuk anak-anak.
"Apa yang terjadi hari ini sesungguhnya merupakan tonggak baru dalam dunia perbankan dalam tabungan rakyat yang sejatinya berkaitan dengan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat kita," kata Presiden.
Menurut Presiden, hal itu adalah bagian dari program-program pro rakyat yang telah dikembangkan pemerintah. Kepala Negara mengatakan bahwa program rakyat dan produk TabunganKu itu memiliki dua aspek yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang berpenghasilan rendah dan sekaligus untuk peningkatan keadilan. "Ini pembangunan untuk semua, inklusif, adil dan merata dan berpihak kepada mereka yang belum sejahtera," katanya.
Keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat, kata Presiden, tidak hanya cukup dikumandangkan dalam retorika. Gerakan Indonesia Menabung adalah kelanjutan dari program "Ayo ke Bank" pada 27 Januari 2008 yang dimaksudkan untuk mendorong budaya menabung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pencanangan itu dilaksanakan secara serempak di 41 Kantor Bank Indonesia pada 20 dan 21 Febuari 2010. Produk "TabunganKu" adalah tabungan untuk perorangan dengan persyaratan mudah dan tanpa biaya administrasi yang diterbitkan secara bersama 70 bank umum dan 910 BPR/BPRS. (su)

Kiprah Kontraktor lokal di Proyek Blok Cepu

Bojonegoro, PILAR
Pembangunan Infrastruktur terus dilakukan Mobil Cepu Limited, Operator Blok Cepu, di sekitar Lapangan Migas Banyuurip-Jambaran, di Kecamatan Ngasem, bersama kontraktor lokal. Salah satu adalah membangun saluran irigasi di sepanjang jalan disekitar Gas Oil Separation Plant (GOSP) Banyuurip.
Dalam pelaksanaannya, untuk mengerjakan proyek GOSP Rain Water Ditch R.C. Pipe Culvert itu anak perusahaan ExxonMobil ini telah menggandeng salah satu kontraktor lokal Kabupaten Bojonegoro, yakni PT. Bojonegoro Putra. Proyek senilai Rp. 2,8 milyar itu telah dimulai pada 26 Januari 2010 lalu dan ditargetkan akan selesai 10 Maret mendatang.
“Sampai saat ini pengerjaannya telah mencapai 90 persen. Jika cuaca mendukung (tidak sering hujan), kita targetkan 30 hari lagi selesai,” kata Direktur PT. Bojonegoro Putra Achmad Faizal. Sesuai perencanaannya, pembangunan proyek drainase ini terdiri dari dua jenis yakni saluran irigasi beton dan biasa. Untuk irigasi beton sepanjang 1 km (500 m kiri kanan jalan) dan biasa kurang lebih sepanjang 850 m. Lebar dari saluran irigasi yang dibangun ini bervariatif, mulai dari 1 meter sampai 1,3 meter. “Juga pipa culvert yang berada di dalam GOSP dan pembuangan air sebanyak empat buah,” terang pria kelahiran Bojonegoro 1971 silam ini.
Untuk menyelesaikan proyek ini, PT. Bojonegoro Putra telah menggandeng lima kontraktor local disekitar Lapangan Migas Banyuurip-Jambaran. Sebut saja, CV. Dian dari Desa Katur, Kecamatan Kalitidu; CV. Gayam Asri Manunggal (GAM), CV. Bumi Tirta keduanya dari Desa Gayam, CV. Pangastuti – Rajekwesi Mitra Tama, Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem. “Juga beberapa suplayer dari warga sekitar sini kita libatkan dalam proyek ini,” sahut Faizal.
Dengan digandengnya beberapa kontraktor local disekitar lokasi proyek ini secara otomatis telah mampu merekrut ratusan tenaga kerja local. Baik sebagai tenaga kerja kasar maupun flagman dan scuryty. Masing-masing CV yang digandeng PT. Bojonegoro Putra sebagai Subkon dalam proyek ini sedikitnya telah melibatkan sekitar 50 an tenaga kerja. “Kalau totalnya sekitar 380 tenaga kerja. Dan semuanya adalah warga local sini,” tegas bapak tiga anak ini.
Sebagai kontraktor lokal Bojonegoro yang mulai berkecimpung diproyek Banyuurip sejak 2005 lalu, PT. Bojonegoro Putra selalu mengkombinasikan antara kepentingan bisnis dan masyarakat. Tak heran bila PT. Bojonegoro Putra dapat diterima masyarakat disana. Sebab kehadiran kontraktor yang pernah memenangkan tender pengaspalan jalan Dukuh Gledekan, Desa Mojodelik – Pasar Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, ini dapat mengakomodir cv-cv local untuk terlibat di proyek Migas Blok Cepu. “Kita akan selalu melibatkan masyarakat disini. Sebab kita juga ingin menjadi bagian dari masyarakat,” terang Faizal.
Dengan beberapa proyek yang pernah di tangani PT. Bojonegoro ini menjadi bukti bila kontraktor local Bojonegoro mampu dan bisa berkecimpung di Proyek Migas Blok Cepu. Baik itu sebagai kontraktor utama maupun sub kontraktor. Yang jelas kiprah PT. Bojonegoro Putra di jasa kontruksi tak perlu diragukan lagi. “Saya sangat berharap sekali bisa terus ikut berkecimpung dalam proyek ini sehingga bisa memberikan kesempatan (peluang kerja) bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (sug)

Dipastikan, Penyedotan Lumpur Waduk Pacal Dimulai Minggu Ini

Bojonegoro, PILAR
Penyedotan Lumpur di waduk Pacal yang rencananya bakal dimulai Sabtu, (20/2) kemarin terpaksa harus ditunda. Pasalnya, pemasangan pipa sepanjang satu kilometer menuju ke tempat penampungan Lumpur belum rampung. “Kami berharap pemasangan pipa segera kelar dan bisa secepatnya dilakukan penyedotan,” ungkap Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro, Bambang Budi Susanto.
Dia memastikan rencana penyedotan lumpur di Waduk Pacal tersebut akan dilakukan secepatnya, paling lambat Minggu ini (21/2). Seperti diberitakan sebelumnya pintu saluran air di Waduk Pacal mengalami penyumbatan. Akibatnya hingga saat ini waduk yang berada di Kecamatan Temayang ini tidak dapat mendropping air ke sejumlah area persawahan. Padahal Waduk Pacal tersebut sebagai penunjang pasokan air di kawasan Bojonegoro wilayah timur.
Bambang Budi Susanto mengatakan, rencana penyedotan lumpur ini sudah matang menyusul peralatan yang digunakan sudah tersedia. Di antaranya mesin celup yang digunakan untuk menyedot lumpur. Pantom sebagai perahu yang menampung lumpur, dan pemasangan pipa menuju ke area kolam penampungan lumpur yang lokasinya tidak jauh di waduk tersebut. ''Termasuk pekerja yang melakukan penyedotan juga siap, karena semua pekerjaan ini ditangani oleh Balai Besar Bengawan Solo di Surakarta," kata Bambang sapan akrabnya.
Dia mengatakan mesin celup nantinya akan dimasukkan ke dalam Waduk Pacal untuk menyedot lumpur yang telah mengeras. Selanjutnya ditampung di pantom dan disalurkan melalui pipa menuju ke kolam lumpur. Bambang memastikan waktu yang dibutuhkan untuk penyedotan lumpur ini sekitar tiga sampai empat bulan. Sebab penyedotan ini dilakukan untuk semua lumpur yang ada di waduk yang didirikan pada 1933 silam. Berbeda dengan penyedotan yang hanya di area pintu air yang hanya dilakukan dalam waktu seminggu.
Dia memastikan rencana penyedotan lumpur ini setelah mendapat rekomendasi dari Menteri Pekerjaan Umum. Sebab langkah penyedotan lumpur ini dianggap lebih urgen dari pada membangun kembali waduk tersebut. Sebab sejak 1933 di Waduk Pacal tersebut belum pernah dilakukan penyedotan lumpur. (sug)

Kompensasi Bau Busuk MCL Belum Diterima Warga

Bojonegoro, PILAR
HASIL Kesepakatan pemberiaan kompensasi atas peristiwa bau busuk yang keluar dari area produksi minyak mentah atau dikenal dengan Early Production Fasility (EPF) milik Mobil Cepu Limeted (MCL) di Desa Gayam Kec Ngasem pada awal Bulan Februari lalu, ternyata hingga akhir Februari ini belum diterima oleh warga.
“Saya belum tahu kapan kompensasi tersebut diterima oleh warga, tapi pihak MCL hanya menginformasikan kepada saya untuk secepatnya diterimakan kepada warga, “ kata Camat Ngasem Bambang Waluyo saat dikonfirmasi, Selasa (23/02/2010).
Dia menyebutkan dalam janji MCL sesuai kesepakatan dengan perwakilan warga dari 4 desa disekitar EPF mendapatkan kompensasi senilai Rp 50 ribu untuk warga berusia dewasa dan Rp 20 ribu untuk anak anak. Desa itu diantaranya, Desa Gayam, Brabuan, Begadon dan Ringintunggal.
Pihak kecamatan sendiri diminta untuk membentuk tim verifikasi dalam mendata jumlah warga. Namun, Camat mengakui tim tersebut belum dibentuk, hal itu dikarenakan tidak adanya kordinasi dari MCL yang berkelanjutan. “Saya aja tidak tahu maksud MCL, saya pernah tanyakan, dijawab bahwa MCL masih memproses vendor yang akan mengurusi kegiatan kompensasi, “ jelas Camat.
Dari sikap MCL tersebut, hingga sekarang tim kecamatan belum terbentuk. Menurut Camat, jumlah warga dari 4 desa diperkirakan mencapai 8 ribu jiwa, namun jumlah tersebut masih dibutuhkan verifikasi ulang. Kapan dilakukan ? Camat menjawab masih menunggu konfirmasi MCL. Camat mengaku telah menyiapkan rencana verifikasi dengan memetakan warga dengan cara yang pernah diminta oleh MCL pada event sebelumnya, yakni warga ring satu dan warag ring dua. Untuk ring satu berada didalam radius 500 meter dari EPF, untuk warga ring dua berada diradius luarnya.
“Kompensasi akan dilakukan bukan dengan menerima uang tunai, tapi warga mendatangi acara sosialisasi. Untuk warga ring satru sebanyak lima kali dan ring dua sebanyak dua kali, “ jelas Camat. External Relation MCL Dedy Affedick mengatakan pihaknya ingin secepatnya memberikan kompensasi tersebut. “Segera setelah data warga lengkap, kami segera menggelar sosialisasi, “ katanya singkat melalui SMS dari telepon selulernya.
Seperti diketahui sebelum kompensasi disepakati MCL, selama tiga hari warga melakukan aksi penghadangan dan sweeping terhadap semua jenis kendaraan yang melintas, akhirnya warga yang tinggal di sekitar kawasan Blok Cepu dapat bernafas lega. Menyusul pihak operator, ExxonMobil melalui anak perusahaannya MCL menyepakati pemberian kompensasi tunai terhadap korban bau gas. Namun hingga berita ini diturunkan kompensasi itu belum diterima warga. (sug)

Penyerahan Surat Kebangsaan Kapal (Pas Kecil) Dan Penempelan Cap Bakar Pada Kapal Nelayan Tahun 2010

Tulungagung, PILAR
Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan luasnya lautan yang di miliki, banyak potensi kekayaan laut yang dapat kita manfaatkan untuk kesejahteraan rakyat indonesia. Akan tetapi, kita ketahui bahwa kekayaan yang begitu melimpah ini belum termanfaatkan secara maksimal, Saat ini tiga per empat dari keseluruhan wilayah indonesia adalah lautan dengan luas sekitar 5,8 juta km2. Di dalamnya terdapat lebih dari 17.500 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 km yang merupakan garis pantai terpanjang kedua dunia setelah kanada.
Mengingat hal tersebut diatas kita yang berada di wilayah Kabupaten Tulungagung juga telah memberikan kontribusi untuk negara dalam hal ini dengan hasil lautnya yaitu ikan, yang baik secara jumlah maupun kualitas yang sangat memuaskan, berdasarkan penelitian nasional untuk kualitas komoditi ikan laut kabupaten Tulungagung telah memenuhi standar perdagangan Uni Eropa, dimana ikan – ikan komoditi laut Kabupaten Tulungagung dapat diekspor ke mancanegara, namum adanya hal tersebut untuk para pengimpor ada ketentuan atau peraturan bahwa hanya dapat mengimpor ikan dari kapal yang telah berijin, jika tidak maka ikan – ikan itu akan ditolak sebelum diimpor.
Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota pada Bidang Perhubungan yang khususnya Laut untuk kapal nelayan dibawah ukuran 7 gt (gross tone) sampai dengan 7 gt (gross tone) kebawah untuk pelaksanaan sistematis kewenangan dilakukan oleh pihak intansi atau pemerintah terkait setempat.
Dan adapun persyaratan – persyaratan yang harus dipenuhi oleh para nelayan, sebagai dasar untuk dapat mengoperasikan kapal ikan di indonesia, terlebih dahulu harus memiliki ijin kapal ikan, dan mengenai masalah ijin di bidang pelayaran ini meliputi surat ukur kapal, pas tahunan, sertifikat kelaikan dan pengawakan kapal penangkap ikan yang berlaku hanya satu tahun yang dilakukan oleh pihak dinas perhubungan setempat, lalu setelah melakukan ijin di bidang pelayaran, maka baru dapat dilanjutkan untuk mengajukan permohonan mendapatkan surat ijin usaha perikanan (SIUP) yang berlaku selama kapal beroperasi, selain itu dilanjutkan dengan pengajuan SIPI (surat izin penangkapan ikan) dan SIKPI (surat izin kapal pengangkut ikan) yang berlaku selama satu tahun surat-surat tersebut di terbitkan oleh dinas kelautan dan perikanan setempat.
Selain sebagai indentitas perijinan ini berfungsi sebagai dasar untuk proses pengawasan yang dilakukan oleh pihak aparat penegak hukum, sehingga apabila terdapat kapal yang masuk wilayah antar daerah ataupun kabupaten tanpa adanya kelengkapan dokumen maka aparat penegak hukum dapat melakukan penangkapan, walaupun di wilayah perairan negara sendiri, maka kapal tersebut di katagorikan sebagai Ilegal Fishing, sehingga ikan hasil tangkapannya tidak dapat dijual ke luar negeri atau diekspor dan akan mendapat sangsi embargo dari negara-negara pengimpor, bila hal ini terjadi pertama kali yang dirugikan adalah nelayan selanjutnya pengusaha serta akan mengganggu perekonomian di indonesia, khususnya di Jatim yang memiliki hasil tangkapan ikan cukup besar.
Pada hari Rabu tanggal 03 Pebruari 2010 bertempat di Pantai Sine Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir telah diserahkan kepada Nelayan oleh Wakil Bupati Mohammad Athiyah SH, dimana untuk wilayah Tulungagung potensi kapal yang terdaftar sebanyak 620 kapal, sedangkan yang sudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan Surat Kebangsaan Kapal (Pas Kecil) dan Cap Bakar adalah 137 Kapal. Kapal yang sudah mendaftarkan diri tersebut berasal dari nelayan pantai Sine 32 kapal, pantai Popoh 47 kapal, pantai Klathak 27 kapal, dan pantai Brumbun 31 kapal. Dan diharapkan kedepan agar supaya para nelayan yang belum mendaftarkan kapalnya untuk segera mendaftarkan kapalnya. Agar secara administrasi para nelayan bisa lebih aman dan lengkap untuk mengoperasionalkan kapalnya *san

SDN 2 Surodakan Raih Sertifikat ISO 9001:2008

Trenggalek, PILAR
Perjalanan panjang SDN 2 Surodakan Trenggalek, dalam upaya untuk meraih sertifikat ISO 9001:2008 akhirnya berbuah manis. Saat ini, SDN 2 Surodakan yang juga erupkan SD Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI), adalah satu-satunya sekolah dasar di Kabupaten Trenggalek yang telah menetapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008. SMM ISO 9001:2008 merupakan sistem manajemen yang menetapkan dan melaksanakan kebijakan peningkatan mutu dan pelayanan mutu yang dinyatakan secara resmi sebagai acuan untuk menjalankan organisasi.
Dengan penerapan sistem ISO ini, SDN 2 Surodakan diharapkan mampu mewujudkan tercapainya pendidikan bermutu yang ditunjukkan dengan beberapa indikator antara lain: kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, fasilitas yang memadai, peserta didik yang berpotensi, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berkompeten dan berkualifikasi, serta manajemen yang handal dan akuntabel.
Tujuan implementasi dari ISO 9001:2008 antara lain: adanya konsistensi dalam pelaksanaan/aktivitas di organisasi dengan kemampuan telusur dan pemastian mutu; ada aspek pengendalian dan pencegahan karena system; adanya system untuk peningkatan yang berkelanjutan; memberikan jaminan pada kepuasan pelanggan; mempertemukan keinginan pelanggan dan institusi lain; serta mengadopsi proses dengan orientasi manajemen.
Prinsip pengembangan SMM ISO 9001:2008 adalah: fokus kepada pelanggan, kepemimpinan, peningkatan berkelanjutan, keterlibatan orang-orang, pendekatan proses, pendekatan sistem untuk manajemen, pendekatan secara nyata untuk membuat keputusan, dan hubungan saling menguntungkan dengan supplyer.
Perjalanan yang ditempuh SDN 2 Surodakan dalam upaya mengimplementasikan SMM ISO 9001:2008 ini, menurut Kepala Sekolahnya, Parlan, sesungguhnya telah dirintis sejak awal tahun 2009, saat diundang oleh Dirjen TK/SD Depdiknas ke Jakarta. Saat itu ada 38 sekolah dasar seluruh Indonesia yang diundang, namun hanya 18 sekolah yang memenuhi SMM ISO 9001:2008, salah satunya SDN 2 Surodakan, lanjut Parlan.
Lebih lanjut, Parlan, menegaskan bahwa dalam SMM ISO 9001:2008 proses-proses yang berjalan akan diaudit secara eksternal maupun internal. Untuk audit internal, tiap unit kerja akan diaudit oleh wara sendiri (orang dalam) yang telah diberi pelatihan audit internal. Sedangkan untuk audit eksternal dilakukan oleh badan sertifikat yang telah terakreditasi yaitu Komite Akreditasi Nasional.
“Sertifikat ISO 9001:2008 untuk SDN 2 Surodakan ini berlaku selama 3 tahun mulai 22 Januari 2010 hingga 22 Januari 2013, dan akan dievaluasi tiap tahunnya”, lanjut Parlan.
Parlan menambahkan bahwa, selain telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2008, SDN 2 Surodakan juga berhasil menorehkan prestasi baik di tingkat Kabupaten maupun provinsi, salah satunya dengan juara siswa teladan tingkat provinsi yang diraih murid SDN 2 Surodakan.
Dengan berbagai prestasi yang telah diraih, Kepala SDN 2 Surodakan, Parlan, berharap perhatian dari Pemerintah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek lebih ditingkatkan lagi. (red)

SMP N 1 Kauman Raih Juara II Olympiade Matematika Se-Jatim


Tulungagung, PILAR
Civitas akademika SMPN 1 Kauman patut berbangga. Karena tiga orang siswanya menjuarai dua Olympiade Mathematics Pyramid Competition se-Jawa Timur yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (13/2) lalu.
Kembali SMPN 1 Kauman menorehkan prestasi, kali ini tidak main-main, tiga orang siswanya meraih juara II pada Olimpiade Matematika Pyramid Competetion se-Jawa Timur yang baru dilaksanakan pada petengahan bulan ini. Dan tentunya manambah perbendaharaan prestasi dan piala di almari sekolah.
Menurut Kepala SMP 1 Kauman Drs Giono MM, prestasi membanggakan tersebut diraih oleh tiga orang siswa terbaiknya, yakni dua siswa putri dan yang seorang lagi siswa putra. “Mereka adalah Yugo Widi N, Lilin Andreas Vitania, Kristiva Jandra AW,” katanya. Dia menambahkan merekalah yang baru saja mengharumkan sekolah ini di kancah regional Jawa Timur dengan meraih juara dua Olympiad Mathema¬tics Pyramid Competition.
Menurut cerita trio sukses itu, untuk meraih prestasi tersebut tidaklah mudah, diperlukan kerja keras dan penggalian seluruh potensi yang dimiliki. Yugo Widi bercerita, kedua temannya berjuang hingga tembus babak final. Awalnya, mereka mengaku kesulitan karena tak memiliki referensi meteri perlombaan. Tapi itu tak menjadi halangan bagi dia guna bertarung dengan siswa dari sekolah lain. “Kebe¬tulan di sekolah ada ekstrakurikuler sains yang diajarkan oleh guru matematika Suhartanto Setidaknya dapat dijadikan modal,” ujar siswa kelas 8B yang berdomisili di Desa Batangsaren ini.
Lain lagi cerita dari Lilin Andreas Vitania, tak ba¬nyak yang dipersiapkan. “Intinya sering mengerjakan latihan dan bertanya jika tak bisa,” kata Lilin. Hasilnya cukup jempolan. Saat di Malang, mereka membeli buku referensi olympiade Matematika.
Berbekal buku tersebut, ketiga siswa mempersiapkan diri mengikuti babak kedua yakni tes adventure. Hasilnya cukup lumayan. Dari sepuluh tim yang lolos, SMPN 1 Kauman masuk lima besar. Artinya berhak ke babak final dengan format cerdas cermat.
Mereka kalah 5 poin dari juara pertama MTs Palang, Tuban. “Kami mendapat 120 poin. Sedang MTs Palang mendapat 125 poin,” tuturnya. Meski begitu, hasil yang diraih siswa SMPN 1 Kauman tetap harus disyukuri. Mengingat, lawan-lawan mereka juga dari sekolah unggulan.
Drs Giono MM mengatakan, keberhasilan siswanya tak lepas dari kerja sama yang baik antara guru, siswa, dan orang tua murid. Pria yang baru setahun menjabat ini menerapkan disiplin tinggi. “Disiplin tinggi kami selalu terapkan selama kegiatan belajar mengajar,” tambahnya lagi. (yon)

53 Guru RSBI dari 17 Sekolah di Jatim “Meguru” Ke Singapura


Yang membanggakan, dari 17 se¬ko¬lah, untuk sementara sekolah yang disetujui mengadakan MoU de¬ngan St Francis Methodist School, Singapura, adalah SMPN 1 Tulungagung. MoU itu ba¬kal ditindaklanjuti dengan meng¬adakan pertukaran pelajar dan guru.
Tulungagung, PILAR
Banyak jalan menuju Roma, peribahasa yang menggambarkan banyak cara untuk menuju kota Roma yang dapat kita terjemahkan menjadi banyak jalan menuju kesuksesan. Seperti yang dilakukan tim pendidikan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Kabupaten Tulungagung, bersama 53 guru RSBI perwakilan dari 17 sekolah di Jawa Timur, yang harus “meguru” ke Singapura, pada tanggal 4 Februari lalu. Tim RSBI tersebut, terdiri dari Kepala Sekolah Pendidikan Drs Winarto MM, Kepala SMP Negeri Tulungagung Drs Bambang Agus Susetyo MM, MPd, Wakil kepala Sekolah SMPN 1 Tulungagung Gatot Pribadi Laksono MM dan Penanggug Jawab RSBI SMPN 1 Leni Agustina.
Yang mreka lakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur, khususnya sekolah-sekolah yang sudah masuk dalam katagori RSBI. Yang pertama kalai dilakukan sesampainya di Singapura adalah mengikuti seminar tentang sistem pendidikan di Singapura. Seminar diadakan di Hall Salvation Army, Upper Bukit Timah Road Singapore. Seminar yang berlangsung lebih dari dua jam itu dipandu Anwar Kholil, dari direktorat pembinaan SMP yang menguasai tentang pendidikan di Singapura. Seminar juga dihadiri Irawati, pemimpin Momentum Institut, sebuah lembaga yang menjalin hubungan luar negeri.Dalam sesi tanya jawab, peserta yang sebagian guru sangat antusias.
Mereka bertanya tentang berbagai materi yang bisa diadopsikan di Indonesia. Tentunya untuk kemajuan pendidikan di tanah air. Kami hampir seharian berdiskusi tentang kelebihan pendidikan di Singapura, seperti dikatakan Winarto. Masih kata Winarto, di hari kedua, mereka menggunjungi Bristol Business School. Sarana pendidikan di Bristol Business School sangat lengkap. Gedungnya sangat megah. Perpustakaan dikelola secara digital. Sangat mudah untuk mendapatkan buku yang diperlukan.Juga terdapat ruang keterampilan, laboratorium multimediva, hotspot area, dan masih banyak fasilitas lainya. “Pokoknya, pelajar akan kerasan selama belajar di Bristol Business School. Terbukti, meski jam sekolah telah berakhir, siswa tetap betah tinggal di perpustakaan,” kata mantan Kepala SMA Negeri Boyolangu itu.
Dan, pada hari ketiga rombongan melanjutkan ke Science Camp. Di sekolah kejuruan ini, Winarto dan rombongan melihat aktivitas siswa-siswi dalam merancang baju. Sekolah ini memang mencetak siswanya siap kerja. Tak hanya itu, di samping ruangan itu ter¬li¬hat beberapa siswa yang didampingi guru tam¬pak serius mengerjakan sesuatu. Di ru¬angan itu dilengkapi dengan komputer digital. Puluhan siswa tersebut ternyata mengikuti pelajaran bursa Valas (valuta asing), marketing, serta Event Organizer (EO).
Begitu juga di samping ruang wi¬ra¬usaha, perpustakaan digital menjadi daya tarik tersendiri da¬ri rombongan RSBI Tu¬lung¬agung. Dalam ruangan itu pu¬luh¬an komputer tersebut tak ada sa¬tu¬pun nganggur. Meski begitu, masih terlihat ko¬lek¬si buku yang jumlahnya ri¬bu¬an, ditata dengan rapi di masing-ma¬sing rak dan tersusun menjadi ti¬ga bagian. Yang menarik dari se¬ko¬lah ini, tersedia ruang ma¬sa¬lah berukuran kurang dari 3x2 me¬ter. Ruangan tersebut di¬gu¬na¬kan siswa yang ketinggalan pe¬la¬jaran dan mengalami kesulitan me¬nangkap pelajaran selama gu¬ru mengajar. “Mereka diberi ke¬sem¬patan untuk menunggu pe¬la¬jar¬an,” terangnya.
Di hari ke empat da¬ri 53 peserta yang terpilih, 10 pe¬ser¬ta yang mem¬pu¬nyai ke-mam¬puan Bahasa Ing¬gris, diberi ke¬sempatan men¬jadi pengamat ke¬giatan di sebuah se-kolah in¬ter¬na¬sional yakni, St. Fran¬c¬is Methodist School. Se¬ko¬lah ini me¬mi¬li¬ki murid dari ber¬ba¬gai Negara. Sekolah ini banyak men¬da¬pat¬kan penghargaan, terkait dengan pen¬didikan yang sudah me¬ne¬rap¬kan System Moving Class, fa¬si¬li¬tas sekolah standar in-ter¬na¬sio¬nal, sertifikat ISO9001:2000 ten¬tang Sistem Manajemen Mu¬tu, dan ISO 27001 Sistem Ma¬na¬je¬men Keamanan Informasi, di¬ma¬na sertifikasi meliputi sis¬tem IT serta jaringan pe¬ren¬ca¬na¬an bisnis dan keuangan, staf dan informasi murid.
Begitu juga 10 peserta tersebut di¬pilih mengikuti proses belajar me¬ngajar. Kegiatan belajar me¬ngajar dengan bahasa Inggris an¬ta¬ra guru dan murid. Akhirnya ke-gi¬atan berakhir pukul 15.00 dan seluruh peserta kembali ke penginapan.
Pada hari ke empat, seluruh pe¬ser¬ta diberi kesempatan untuk me¬ngunjungi toko buku yang ter¬besar dan terlengkap di Si¬nga¬pu¬ra. Seluruh peserta sangat senang ka¬re¬na toko tersebut dapat di kon¬sultasikan untuk mencari buku-buku bilingual.
Yang membanggakan, dari 17 se¬ko¬lah, untuk sementara sekolah yang disetujui mengadakan MoU de¬ngan St Francis Methodist School, Singapura, adalah SMPN 1 Tulungagung. MoU itu ba¬kal ditindaklanjuti dengan meng¬adakan pertukaran pelajar dan guru, kata Winarto pada PILAR. (tok)

Musrenbang Kecamatan Ploso 2011 "Jangan Putus Asa Dalam Bermusrenbang”


Jombang, PILAR
"Jangan putus asa dalam berMusrenbang !", demikian salah satu pengarahan Camat Ploso Drs. Purwanto dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tahun 2011 di Pendopo Kecamatan Ploso kemarin pada hari Selasa tanggal 23 Pebruari 2009. Hal tersebut menjadi perhatian khusus Camat Ploso karena adanya keluhan masyarakat yang merasa putus asa terhadap usulan-usulan pembangunan tahun-tahun sebelumnya yang belum terealisasi padahal setiap tahun melakukan Musrenbang dan mengusulkan program-program kegiatan pembangunan."
Mengusulkan saja belum tentu direalisasi apalagi tidak mengusulkan" sambung Purwanto alias "Cak Gempoer". Camat Ploso mengharap pengertian masyarakat terhadap kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Jombang yang memang belum mampu untuk mengcover semua usulan dari masyarakat, apalagi dalam Musrenbang Kabupaten setiap usulan dari delegasi Kecamatan diadu dengan usulan-usulan Kecamatan lain maupun dari SKPD-SKPD Kabupaten sehingga diperoleh prioritas yang benar-benar mendesak dan bermanfaat langsung untuk masyarakat.
Namun demikian Camat Ploso menyampaikan bahwa peserta yang hadir mengikuti musrenbang merupakan duta masyarakat desa masing-masing dalam memperjuangkan aspirasi dan keinginan masyarakat guna mewujudkan pembangunan yang lebih baik, oleh karena itu jerih payah peserta Musrenbang Insyaallah akan dicatat sebagai sebuah amal sholeh.
Musrenbang Kecamatan Ploso dihadiri tak kurang dari 70 orang wakil dari 13 desa seKecamatan Ploso terdiri dari unsur Kades, BPD, LPMD, PKK dan tokoh masyarakat. Dari Tingkat Kabupaten hadir Ir. Adi Prasetyo selaku Ketua Tim Narasumber dari Bapeda Kab. Jombang, selain itu hadir pula H. Munir Al Fanani anggota DPRD Kab. Jombang Fraksi PKB yang berasal dari Ploso (Dapil VI). Dalam kesempatan tersebut Munir Al Fananai selaku wakil rakyat berjanji mengawal dan memperjuangkan usulan-usulan kegiatan dari Kecamatan Ploso.
Pada akhir acara pembukaan Musrenbang, Drs. Purwanto dan Munir Al Fanani sepakat untuk memperjuangkan adanya penanganan menyeluruh terhadap bencana tahunan luapan Sungai Marmoyo di beberapa desa sepanjang DAS Marmoyo berupa Pembangunan Embung dan Normalisasi Sungai Marmoyo ke tingkat Propinsi dan Pusat. Acara Musrenbang selanjutnya dipimpin Narasumber Bapeda Ir. Adi Prasetyo dan Sekcam Ploso M. Nurhasan S.STP untuk menentukan delegasi Kecamatan dan Skala Prioritas usulan kegiatan. (suto)

KORPRI Jombang Ulurkan Tangan Bantu Korban Gempa di Pariaman

Jombang, PILAR
Masih banyaknya infrastrukur juga rumah penduduk yang belum dibangun akibat Gempa 7,6 skala richter (SR) yang mengguncang Padang Pariaman, Sumatera Barat pada Rabu, 30 September 2009 lalu, menggugah hati organisasi KORPRI Kabupaten Jombang untuk ulurkan tangan membantu korban gempa dengan menggalang dana guna meringankan beban masyarakat Padang Pariaman. Bantuan tersebut diserahkan pada 15 Januari 2010.
Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 351.600.000,- (Tiga Ratus Lima Puluh Satu Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) diserahkan oleh M. Munif Kusnan SH, Msi Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang kepada Syafrizal, Wali Nagari Gunung Padang Alai Propinsi Sumatera Baratl di kantor Wali Nagari Gunung Padang alai Kecamatan V Koto Timur, Padang Pariaman.
“Kami atas nama keluarga besar KORPRI Kabupaten Jombang, sangat berharap mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat disini”, ungkap Drs. Widjono Suparno Msi wakil Bupati Jombang. Sebaliknya Camat V Koto Timur, Joni Firmansyah maupun Wali Nagari Gunung Padang Alai, Padang Pariaman juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh keluarga besar KORPRI Kabupaten Jombang.
Penyerahan disaksikan oleh Wakil Bupati Jombang Drs. Widjono Suparno Msi dan Camat V Koto Timur, Joni Firmansyah S.Sos. (suto)

Pemancangan Tiang Pembangunan Masjid Agung Baitul Mukminin



Jombang, PILAR
Drs. H. Suyanto MMA Bupati Jombang, hari ini telah melakukan pemancangan Tiang Pembangunan Masjid Agung Baitul Mukminin yang berada dilingkungan Alon Alon Kabupaten Jombang. Pemancangan ditandai dengan memecahkan kendi pada tiang pancang, dan disaksikan oleh Wakil Bupati, Muspida, Sekdakab serta alim ulama, dan takmir masjid Agung Baitul Mukminin.
Pembangunan masjid ini adalah berbasis swakelola /partisipasi masyarakat. Rencana anggaran biaya pembangunan masjid Agung Baitul Mukminin Kabupaten Jombang diperkirakan sebesar Rp. 12. 004.950.000,- Dana tersebut diperoleh dari dana hibah pemkab Jombang dan para dermawan.
Sampai dengan tahun 2010 Panitia pembangunan Masjid Agung Baitul Mukmin telah menerima dana hibah dari pemkab Jombang sebesar Rp. 5.milyar. “Hibah pertama pada tahun 2009 kemarin, sebesar 2 Milyar dan untuk tahun 2010 ini sebesar 3 Milyar “ungkap Abdul Gofar selaku ketua panitia untuk bidang lapangan.
Bupati Suyanto juga mengajak aparatur pemerintah Kabupaten Jombang dalam hal ini KORPRI, serta masyarakat luas dapat beramal jariyah membangun masjid milik umat bersama ini. “Kami juga mengajak KORPRI, masyarakat Kabupaten Jombang, dan masyarakat dari luar kota Jombang untuk berpartisipasi, dalam pembangunan masjid milik bersama ini”, tutur Bupati Suyanto
Bagi kaum muslim Jombang dan sekitarnya dapat menyalurkan amal jariyah pembangunan masjid ini melalui BNI Cabang Jombang No. Rek : 0186080642 An. Masjid Baitul Mu’miin atau BRI Cab. Jombang No. Rek : 0023 – 01-030084-50-7 An. Masjid Baitul Mukminin atau menghubungi telpon 0321-862725 atau SMS ke No. 0817586462 untuk jemput sumbangan. Adapun target penyelesaian pembangunan Masjid Agung Baitul Mu’minin Kabupaten Jombang ini pada tahun 2011. (suto)

Berantas Demam Berdarah Dengan Gemas Bebas DBD

Kediri, PILAR
Penyakit demam berdarah kembali menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Kabupaten Kediri. Dalam beberapa bulan ini kasusnya terus meningkat dan telah memakan korban jiwa. Guna menekan laju pertambahan korban, Rabu (24/2) Pemkab Kediri bersama masyarakat kembali melaksanakan Gerakan Masyarakat Berantas dan Basmi Nyamuk dan DBD atau yang dikenal dengan Gemas Bebas. Acara yang dihadiri oleh Bupati Sutrisno dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri ini dilaksanakan di Dusun Sambirejo Desa Tiron Kecamatan Banyakan.
Menurut Sutrisno, penanganan demam berdarah tidak bisa dilakukan secara sepihak saja. Pemerintah, Dinas Kesehatan dan masyarakat harus bekerjasama dalam memberantas DB. ”Semua komponen masyarakat harus terlibat dalam pemberantasan demam berdarah. Sadar dan paham akan bahaya DB saja tidak cukup, tapi juga harus bertindak” kata Sutrisno. Lebih lanjut ia mangajak masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan. ”Semua tergantung masyarakat. Jika tidak mau sakit, maka harus aktif. Periksalah lingkungan tempat tinggal kita secara kontinyu, apakah ada genangan air dan jentik-jentik nyamuk” himbau Sutrino.
Ditemui di acara yang sama, Adi Laksono menjelaskan bahwa DB masih merupakan ancaman bagi masyarakat. Jumlah kasus dan penderitanya terus mengalami kenaikan. Jika pada bulan Desember 2009 terdapat 152 kasus, pada Januari 2010 tercatat 175 pasien terjangkit dan 1 orang meninggal dunia. ”Untuk bulan Pebruari, hingga saat ini telah tercatat 110 kasus demam berdarah di seluruh Kabupaten Kediri” ungkap Adi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ini menambahkan bahwa Gemas Bebas ini diharapkan dapat menekan angka penderita dan kematian akibat DB. ”Untuk meningkatkan hasilnya,kita melakukan pemantauan dan evaluasi secara terus menerus”, ujarnya.Pemantauan dilaksanakan di beberapa lokasi baik lingkungan rumah warga, kantor maupun sekolah.
Saat ini langkah-langkah yang telah diambil Dinkes untuk membantu masyarakat adalah upaya pencegahan dengan pelaksanaan PSN dan abatisasi. Pemkab juga mengupayakan penanggulangan penularan dengan memberantas nyamuk melalui pengasapan (fogging) fokus dan massal. Penyuluhan terpadu juga diberikan ke masyarakat. Selain itu tim-tim kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah aktif melakukan pemantauan. Termasuk membudayakan Gerakan Jumat Bersih selama satu jam di seluruh pelosok Kabupaten Kediri.
Terkait dengan abatisasi, dalam acara Gemas Bebas tersebut dr. Hj. Haryanti Sutrisno menyerahkan abate secara simbolis kepada masyarakat.Selain kepada dua orang ibu, abate juga diserahkan pada seorang murid SD. Hal ini untuk mengajarkan kepedulian dan kebersihan lingkungan serta pengenalan Gemas Bebas sejak dini.“Masukkan abate ini dalam bak mandi, baik di rumah maupun di sekolah. Tetap dalam kemasan plastik dan buat lubang, abate akan tahan selama tiga bulan” himbau Haryanti.
Di akhir acara, didampingi Adi Laksono dan Camat Banyakan M. Nizam Subekhi, Haryanti menyaksikan proses penimbunan sampah yang dilakukan oleh murid-murid SD. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri ini pun menyempatkan diri mengunjungi rumah warga dan memasukkan abate ke dalam bak mandi rumah tersebut. (jok)

Tingkatkan Budaya Menabung Masyarakat

Kediri, PILAR
Budaya menabung yang sudah ada di masyarakat saat ini perlu ditingkatkan. Hal ini disamping untuk investasi masa depan, juga sebagai upaya pengumpulan dana masyarakat melalui bank, baik bank perkreditan rakyat (BPR), bank syariah, maupun bank-bank konvensional yang sudah ada, guna menggerakkan sektor ekonomi masyarakat dengan pemberian kredit-kredit usaha dengan bunga ringan.
Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno, ketika memberangkatkan jalan santai yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Kabupaten Kediri, Minggu pagi (21/2), di halaman kantor kecamatan Pare.
Menurut Haryanti Sutrisno, apabila dana masyarakat yang terkumpul melalui tabungan yang dikelola bank perkreditan rakyat (BPR), bank syariah, maupun bank-bank konvensional yang sudah ada tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal, dirinya yakin bahwa sektor ekonomi dan perbankan di Kabupaten Kediri kedepannya akan mengalami perkembangan yang cukup signifikan.
”Pemberian fasilitas yang mudah tentunya akan meningkatkan minat masyarakat untuk menabung di bank. Dengan demikian dana masyarakat yang terkumpul melalui tabungan tersebut bisa untuk meningkatkan pemberian kredit dengan bunga murah bagi masyarakat untuk melakukan usaha ekonomi produktif,” papar Haryanti Sutrisno didampingi jajaran pengurus Perbarindo Kabupaten Kediri.
Jalan santai yang diselenggarakan Perbarindo Kabupaten Kediri ini selain untuk meluncurkan beberapa produk tabungan dari bank perkreditan rakyat se Kabupaten Kediri, juga dalam rangka memasyarakatkan gerakan Indonesia Menabung yang pencanangannya telah dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu. Tidak kurang dari seribu peserta turut meramaikan jalan santai yang mengambil rute keliling kota Pare. Kepada peserta yang beruntung juga disediakan berbagai hadiah utama dan hadiah hiburan melalui pengundian nomer peserta. (jok)
Pemkot Kediri Juara Futsal PWI Cup
Kediri, PILAR
Tim futsal Pemerintah Kota Kediri berhasil menggondol juara I pada kejuaraan futsal yang digelar sebagai rangkaian acara Hari Pers Nasional oleh PWI Kediri. Penyerahan piala dilakukan pada puncak acara Peringatan Hari Pers di IKCC. Tampak hadir dalam acara tersebut adalah Walikota, Wakil Walikota, Muspida baik dari Kota Kediri maupun Kabupaten Kediri, beberapa perwakilan dari instansi swasta juga tampak mengikuti acara tersebut.
Rangkaian acara hari pers untuk Kediri telah berlangsung selama bulan Pebruari ini. Beberapa kegiatan telah dilakukan diantaranya, 1) Pembagian sembako kepada 8 lembaga panti asuhan pada tanggal 13, 2) Donor darah di PMI pada tanggal 12, 3) Kejuaraan futsal antar instansi negeri maupun swasta pada tanggal 19, 4) Obras (Obrolan Santai) kandidat bupati bekerjasama dengan Dhoho TV dan UNIK.
Tema yang diangkat pada peringatan hari pers tahun ini adalah Pers dan Tanggungjawab Publik. Tema tersebut sengaja diangkat agar dapat memposisikan insan pers sebagai pewarta yang tidak sekedar menulis berita saja, tapi juga membuat tulisan yang mempunyai nilai manfaat bagi masyarakat. Untuk nuansa pemerintahan diharapkan insane pers dapat menampilkan berita yang dapat menjadi masukan untuk para pengambil keputusan. (jok)

KPP Pratama Kediri Gelar Simulasi SPT



Kediri, PILAR
Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kediri mengadakan simulasi pengisian formulir surat pemberitahuan tahunan (SPT). Simulasi yang digelar di ruang Joyoboyo Pemkot Kediri pukul 07.00 itu diikuti seluruh pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot. Juga dihadiri asisten Administrasi Umum Agus Wahyudi.
Diungkapkan Hutomo Budi, Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Kediri, simulasi itu untuk menampik anggapan tentang sulitnya mengisi formulir SPT. ”Banyak yang mengeluh kalau mengisinya sulit. Padahal semuanya simpel, makanya kami adakan simulasi agar semua PNS bisa tahu langsung dari sumbernya, bukan yang lain,” ungkap pria yang akrab disapa Tomi ini.
Tomi mengakui SPT yang sekarang ini memang ada sedikit perubahan. Hanya saja tidak menyulitkan. Justru mempermudah. Pasalnya, daftar keluarga yang dulunya terpisah, formulir SPT yang baru ini justru mengabungkannya. Selain itu, dengan simulasi pengisian SPT, para PNS tak akan telat menyetorkan formulirnya kembali. ”Kalau sampai telat laoran SPTnya, mereka akan terkena denda Rp. 100 ribu. Padahal SPT itu harus diserahkan paling lambat akhir Maret, nanti,” paparnya.
Dalam simulasi tersebut, Tomi menerangkan. Agar SPT bisa diterima, para wajib pajak harus menyertakan bukti pemotongan pajak dari bendahara gaji. ”Itu merupakan syarat utama untuk mengisi SPT,” tegasnya. Para wajib pajak juga harus sudah memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP). Dan NPWP harus dimiliki setiap orang yang memiliki gaji diatas pendapatan tidak kena pajak (PTKP). ”Kalau gajinya sudah fiatas PTKP tapi tidak mempunyai NPWP otomatis akan terkena denda 20 persen,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tomi mengimbau agar PNS yang belum memiliki NPWP segera mengurusnya. ”Mualai 2007 hingga 2009,kami sudah memberikan 6000 NPWP secara massal. Kalau masih ada yang belum meiliki saat ini bisa menyetorkan fotokopi KTP,” imbuhnya. Untuk tahun ini, Tomi mengatakan, targetnya 65 persen para wajib pajak harus mengembalikan formulir SPTnya. ”Kami aharapkan bisa terpenuhi. Karena tahun ke tahun masyarakat semakin sadar pajak,” jelasnya.
Selama 2009, total pajak yang diterima KPP Pratama Kediri sebesar Rp. 450 miliar. ”Ini melebihi target yang dipatok. Lebih sekitar 103 persen,” tambahnya. Sedangkan target tahun ini, Tomi menegaskan sebesar Rp. 490 miliar. Karena itulah KPP Pratama Kediri terus melakukan sosialisasi. ”Langkah kami saat ini mencari wajib pajak baru dan mengoptimalkan wajib pajak yang sudah terdaftar,” tandasnya. (jok)

Dua duta Kabupaten Lamongan di ajang Raka Raki Jatim 2010 mulai 30 Februari hingga 3 Maret mendatang

Lamongan, PILAR
Dua duta Kabupaten Lamongan di ajang Raka Raki Jatim 2010 mulai 30 Februari hingga 3 Maret mendatang akan menjalani karantina di Tretes Kabupaten Pasuruan. Mereka adalah Achbabta Shohi dan Monica Septiana Mandagi yang merupakan juara Yak Yuk Lamongan 2009.
Kabid Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lamongan berharap setidaknya duta Lamongan bisa kembali meraih juara favorit. Hal itu dikataknnya ditemui disela-sela mendampingi keduanya saat pengambilan gambar untuk malam grand final 3 Maret mendatang.
“Seperti penyelenggaraan Raka Raki Jatim tahun lalu, kami berharap salah satu dari duta Lamongan ini bisa meraih Juara Favorit. Namun tentunya agar ini bisa tercapai kami sangat berharap dukungan masyarakat melaui SMS pada malam Grand Final yang akan dilangsungkan di The Empire Palace Hotel Surabaya 3 Maret mendatang, “ ujarnya.
Monica sendiri adalah siswi SMAN 1 Sekaran kelahiran Lamongan 17 September 1992. Marga Mandagi (manado) didapat siswi kelas II IPA ini dari ayahnya, Frits Mandagi. Sedangkan Achbabta adalah siswa SMKN 1 Lamongan. Achbabta yang sekarang berada di kelas III jurusan multimedia ini dilahirkan di Lamongan pada 24 Juli 1992 silam. (sug)

Dispertahut Naikkan Sasaran Panen 2010



Lamongan, PILAR
Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Lamongan nampaknya cukup optimistis dengan kondisi pertanian di Lamongan di tahun 2010. Mereka menaikkan sasaran (target) tanam maupun panen untuk komoditi padi dan jagung. Yakni dari 122.799 hektar untuk sasaran luas panen padi di tahun 2009 menjadi 130.903 hektar di tahun ini. Sedangkan untuk jagung, sasaran luas panennya ditargetkan naik menjadi 60.159 hektar dari sebelumnya yang hanya 55.833 hektar di tahun lalu.
Optimisme penetapan sasaran ini nampaknya menilik dari terus naiknya baik realisasi panen maupun produksi pertanian di Lamongan. Data dari Sub Bagian Program Dispertahut setempat menyebutkan, dari sasaran luas panen komoditi padi seluas 122.799 hektar di tahun lalu, realisasinya mencapai 139.304 hektar atau 113,44 persen diatas target. Begitu pula dengan realisasi produksi yang mencapai 892.613 ton di tahun 2009 atau mencapai 116,77 persen diatas target yang ditetapkan sebesar 764.433 ton. Tingkat produksi ini dicapai dengan rata-rata produktivitas yang mencapai 64,08 kwintal setiap hektarnya.
Demikian pula dengan realisasi untuk komiditi jagung tahun 2009. dari sasaran luas panen 55.833 hektar, realisasinya mencapai 61.521 hektar atau 110,19 persen diatas target. Kemudian dengan rata-rata produktivitas yang mencapai 54,61 kwintal setiap hektarnya, realisasi produksinya mencapai 335.594 ton. Atau menyentuh prosentase 117,82 persen diatas target produksi sebanyak 285.131 ton yang ditetapkan.
Dispertahut sendiri sampai saat ini masih menggodok sasaran produksi sejumlah komoditi di tahun 2009. Namun jika melihat dinaikkannya sasaran luas panen tahun 2010, kemungkinan besar sasaran produksi juga akan ditetapkan naik. Jika mengacu pada rata-rata produktivitas padi tahun lalu saja, maka akan ketemu angka sekitar 8.388.264 kwintal, atau sekitar 838 ribu ton (produktivitas dikalikan sasaran panen). Angka ini diatas target produksi tahun lalu yang ditetapkan sebesar 764.433 ton.
Untuk komoditi padi, Kecamatan Sugio menjadi lumbung pangannya Lamongan. Di kecamatan ini, tahun lalu produksi padinya mencapai 67.974 ton. Puluhan kali lipat diatas produsen padi terkecil di Lamongan, yakni Kecamatan Paciran yang mencapai 2.044 ton. Bisa dimaklumi, karena areal tanam padi di Sugio juga terbesar, yakni mencapai 10.989 hektar. Sedangkan di Paciran areal tanamnya hanya mencapai 369 hektar.
Kawasan Selatan Lamongan adalah penyumbang produksi komoditi jagung terbesar. Yakni Kecamatan Sambeng yang realisasi produksi jagungnya tahun lalu mencapai 40.697 ton di areal tanam seluas 6.115 hektar. Sementara produksi jagung terkecil adalah Kecamatan Karanggeneng sebesar 1.358 ton di areal tanam seluas 964 hektar.
“Banjir luapan Sungai Bengawan Solo yang melanda sebagian wilayah Lamongan tahun lalu sampai saat ini masih aman. Dan semoga ini terus berlangsung sehingga akan mengamankan produksi petani Lamongan. Di akhir Februari ini dimungkinkan akan ada sekitar 15 ribu hektar areal padi yang akan dipanen. Angka ini dengan asumsi jika tanaman tidak terserang hama atau puso karena banjir,“ ujar Kadispertahut Djonot Subagijo melalui Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa. (sug)

Dinkes Kabupaten Lamongan, Pastikan Jaminan Kesehatan Maskin



Lamongan, PILAR
Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan berharap sebisa mungkin semua masyarakat, terutama masyarakat miskin (maskin) bisa dijamin kesehatannya. Peluang itu semakin terbuka dengan adanya selisih kuota Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)dengan jumlah maskin di Lamongan yang mengalami penurunan tajam.
Menurut Kadinkes Lamongan M Sohib, kuota Jamkesmas untuk Lamongan di tahun 2010 akan sama dengan kuota 2009. Yakni untuk sejumlah 434.383 jiwa. Sementara berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2009, jumlah maskin Lamongan tinggal 288.202 jiwa. Sehingga ada selisih kelebihan kuota untuk sejumlah 146.181 jiwa.
“Kelebihan kuota Jamkesmas ini bisa menjadi peluang untuk memperluas akses kesehatan bagi masyarakat Lamongan. Seperti untuk masyarakat yang masuk kategori hampir miskin yang biasanya menggunakan fasilitas SKTM (surat keterangan tidak mampu) dari desa untuk berobat di RSD dr Soegiri. Selain itu, kelebihan tersebut juga bisa digunakan untuk sasaran lain bagi pasien penyandang penyakit kronis seperti gagal ginjal, kanker tau untuk para penghuni panti, “ kata dia saat Pendataan Maskin untuk Program Jamkesmas dan Jamkesmasda di Ruang Sabha Dyaksa Pemkab Lamongan, Selasa (23/2).
Namun dengan perluasan ini, dia juga berharap nantinya akan ada opsi untuk memperketat pemberian fasilitas SKTM dari desa. Yakni dengan kewajiban adanya legalisir SKTM oleh pejabat yang ditunjuk seperti bidan atau dari Puskesmas. “Pengetatan ini adalah salah satu opsi agar hanya mereka yang berhak saja yang menerima jaminan kesehatan dari pemerintah. Opsi lainnya adalah dengan membentuk suatu Badan Jaminan Kesehatan Daerah yang melibatkan semua organisasi asuransi kesehatan yang sudah ada seperti Askes maupun Jamsostek, “ujarnya sambil menyebutkan tidak akan memasukkan penyetopan pemberian SKTM seperti yang dilakukan RSD dr Soetomo Surabaya sebagai salah satu opsi.
Sementara kegiatan pendataan itu sendiri dilakukan untuk melakukan up date dan validasi data maskin di Lamongan yang sudah tidak sesuai dengan kondisi lagi. Berdasar SK Bupati nomor 188/1786/Kep/413.013/2007 tentang penetapan data kemiskinan peserta Askeskin, jumlah maskin di Lamongan tercatat 104.970 rumah tangga miskin (RTM) atau 434.383 jiwa. Sedangkan berdasar data BPS tahun 2009 sudah turun menjadi 84.694 RTM.Validasi data itu melibatkan Camat, Kepala Puskesmas dan sejumlah satuan kerja terkait. (sug)

Wakil Ketua MPR Hadiri Pelantikan IWAPI

Lamongan, PILAR
Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia atau Iwapi Kabupaten Lamongan periode 2009-2014, Selasa (9/2) lalu resmi dilantik Ketua DPD Iwapi Jatim Hj Wiwik Isnaini Sunarti di Pendopo Lokatantra setempat. Hadir dalam pelantikan itu Wakil Ketua MPR RI Melanie Laimena Suharli dan Sekkab Fadeli.
Sesuai dengan SK DPD Iwapi Jatim nomor 01/SK/DPD Iwapi/2/2009 perihal Pengesahan DPC Iwapi Kabupaten Lamongan, Ketua DPC Iwapi Lamongan adalah Hj Sri Wahyuni Sutarto. Kepengurusan Iwapi Lamongan tersebut akan diisi delapan bidang. Yakni Bidang Organisasi, Usaha dan Sosial, Pendidikan, Perdangan dan Luar Negeri, Agrobisnis dan Kelautan, Humas, Penelitian dan Pemberdayaan Perempuan dan Bidang Pariwisata.
Sementara Melanie yang juga mantan Sekjen DPP Iwapi dalam sambutannya banyak menyinggung mengenai peran perempuan dalam pembangunan. Terutama terkait keterwakilan perempuan di lembaga legislatif. Dikatakan olehnya, keterwakilan perempuan di DPR RI saat ini masih jauh dari angka 30 persen. Yakni masih di kisaran 18 persen. Namun jumlah tersebut masih lebih baik dari jumlah legislator perempuan periode lalu yang hanya sekitar 11 persen.
“Prosentase keterwakilan terbesar ada di lembaga DPD RI, yakni mencapai sekitar 26 persen. Demikian pula keterwakilan perempuan dalam pimpinan DPR RI juga belum begitu terwakili. Sementara pimpinan MPR dan DPD RI selama ini lebih mengakomodasi keterwakilan perempuan. Di dua lembaga ini sudah memiliki pimpinan dari perempuan, “ ujarnya dalam kegiatan yang diikuti sejumlah perwakilan Iwapi dari Blora, Kabupaten Kediri dan Gresik tersebut.
Demikian pula terkait perlindungan dan pelayanan terhadap perempuan, Melanie mengungkapkan saat ini belum optimal. Ditambahkannya, lembaga MPR RI kini sedang getol mensosialisasikan empat pilar pada masyarakat. Yakni pilar Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. “Empat pilar ini kini menjadi perhatian besar MPR RI untuk ditanamkan pada masyarakat Indonesia, “ kata dia.
Fadeli sendiri kepada para ratusan perempuan pengusaha yang hadir waktu itu menyampaikan Iwapi harus mampu memberi kontribusi untuk pembangunan Lamongan. Disampaikannya, Lamongan kini telah bergerak maju. Kemajuan itu diantaranya bisa dilihat dari naiknya PAD Lamongan dari Rp 6 miliar di awal kepemimpinan Bupati Masfuk menjadi tembus di angka Rp 110 miliar di tahun 2009 lalu. (sug)

Medical Check Up

Blitar, PILAR
Hasil medical check up dari rumah sakit Ngudi Waluyo Wlingi tidak bisa diterima oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Blitar. Medical check up untuk bakal calon orang nomor satu Bupati dan orang nomor dua Wakil Bupati Kabupaten Blitar periode tahun 2010 s/d 2015, harus dilakukan di rumah sakit rujukan dr. Sutomo Surabaya. Hal ini dikarenakan upaya Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Blitar untuk menjaga ke-independenan dan juga masalah kredibilitas rumah sakit.
Miftahul Huda ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Blitar mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada RS dr. Sutomo Surabaya untuk meminta pelayana Medical Check Up kepada para peserta pilkada, baik calon bupati ataupun calon wakil bupati. Alasan kenapa tidak memilih rumah sakit Ngudi Waluyo Wlingi. Hal ini berhubungan dengan factor ke independenan dan alat kelengkapan medis lebih canggih. Hal ini diharapkan hasil Medical Check Up benar-benar maksimal dan adil untuk semua peserta pilkada. (mul)

Pimpin Dewan Kesenian Periode 2010-2015

Blitar, PILAR
Putra Bupati Blitar Herry Noegroho Wima Brahmantya memenangkan pertarungan dalam pemilu seniman yang dihelat di kediaman Bagus Putu Parto di Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro. Terpilihnya Wima-demikian Wima Brahmantyo biasa dipanggil-melalui proses yang cukup ketat.Bahkan, tahap pemilu seniman itu harus digelar dalam dua putaran. Putaran pertama, peserta pemilu memilih lima orang kandidat yang ada. Antara lain Wima Brahmantya, Herry Langit Cakrawarti, Maryani, Jontor Siswanto, dan Hartono.
Pada putaran pertama terpilih tiga kandidat, yakni Wima, Jontor, dan Maryani. Kemudan pada putaran berkutnya atau puteran ke kedua, tiga kandidat yang terpilih bermusyawarah dengan tim sembilan untuk menentukan ketua umum. “Untuk memilih ketua umum dewan kesenian kami laksanakan dengan mengadakan musyawarah untuk mufakat,” tutur Bagus Putu Parto, mantan ketua DKKB. Susunan Kepengurusan DKKB langsung ditentukan kemarin.
Yakni, ketua umum dijabat Wima, ketua I (bidang seni modern) Jontor Siswanto, ketua II (bidang seni tradisi) Maryani, Sekretaris DKKB Geoda, Bendahara DKKB Henri Cahyo, Biro Musik Eko Toyib dan Sudarwiyanto, Biro Sastra W Hariyanto dan Imam Riyadi, Biro Teater dan Film Herry Langit dan Galih, Biro Tari Lantip dan Sidik, Biro Seni Musik Mazherudin dan Biro Education Hartono. Dalam susunan pengurus tersebut juga terdapat dewan pembina dan dewan pleno yang terdiri dari Kadin Disporbudpar, kadin dikda, Komisi IV DPRD, serta beberapa anggota lama. (mul)

Plengsengan Ambrol Akibat Hujan Deras



Blitar, PILAR
Plengsengan yang dibangun dengan menggunakan dana program Pembangunan Ekonomi Berbasis Swadaya Masyarakat (PBSM) sekitar Rp. 74 juta di Jl Bakung Kelurahan Sukorejo kecamatan Sukorejo Kota Blitar ambrol. Bangunan plengsengan yang ambrol, panjangnya sekitar 5 meter. Hariyadi salah satu warga setempat saat dikonfirmasi di sekitar lokasi ambrolnya plengsengan di sepanjang kali lahar mengaku, plengsengan ini telah ambrol sekitar 3 hari lalu, saat hujan mengguyur Kota Blitar dan disertai gempa. Warga sudah terbiasa dengan kondisi ini, serta tidak merasa khawatir rumah diatas plengsengan tepatnya di RT 03 RW 06 ini ambrol juga.
Sementara itu Supriono, ketua fraksi Demokrat DPRD Kota Blitar yang mendatangi lokasi berharap pemerintah segera memperbaiki bangunan plengsengan ini, karena kondisi ini sangat membahayakan rumah yang ada diatasnya. Darimanapun sumber dananya diharapkan program bisa berjalan dengan baik, namun dari pengamatannya, bangunan plengsengan ini kualitasnya kurang bagus, ini terlihat dari ambrolan material plengsengan yang terlihat seperti campuran semennya kurang.
Di tempat terpisah Suhartono, Lurah Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kota Blitar saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya mengenai hal ini mengakui adanya ambrolnya plengsengan kali lahar ini. Pihaknya sudah mengambil sikap dengan mengkoordinasikan hal ini kepada kelompok masyarakat untuk mencari solusi dan secepatnya akan mengirimkan surat kepada Walikota dan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pihaknya berharap agar perbaikan plengsengan dilakukan Dinas PU karena tidak ada anggaran untuk perbaikan. Namun Suhartono memastikan kualitas bangunan dari program PBSM sekitar Rp. 74 juta tahun anggaran 2009 ini sudah bagus, karena pengerjaannya menggunakan sistem swadaya serta memastikan ambrolnya bangunan karena faktor alam. Terlebih lagi karena tanah plengsengan ini merupakan tanah uruk.
Sambil menunggu kebijakan dari pemerintah terkait program ini, upaya perbaikan dilakukan seadanya dengan memilah sejumlah material yang masih bisa dimanfaatkan lagi, misalnya batu. (mul)

Trafo Arus Terbakar Akibatkan Pemadaman Berturut-Turut

Blitar, PILAR
Beberapa waktu lalu lalu selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada hari Kamis (18/2) hingga hari Jumat (19/2) malam, aliran listrik di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar mengalami gangguan berupa pemadaman secara tiba-tiba atau tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dari PLN. Hal itu sebagai dampak terbakarnya trafo arus atau Current Transformer (CT) pusat yang berada di Gondang Wetan Pasuruan.
Gunawan, Manager PLN Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ) Blitar saat dikonfirmasi di kantornya menjelaskan pada dasarnya trafo arus pusat itu mengalirkan listrik sebesar 150 kilovolt ke ratusan ribu pelanggan di beberapa Kota dan Kabupaten yang ada di Jawa Timur salah satunya Kota dan Kabupaten Blitar. Untuk itu ketika terjadi musibah pada pekan lalu, secara otomatis aliran listrik di Kota maupun Kabupaten Blitar mengalami gangguan pemadaman, karena tidak adanya suplay aliran listrik. Bahkan pasca terbakarnya trafo arus itu besaran arus listrik yang dialirkan mengalami penurunan, dari 150 kilovolt menjadi 70 kilovolt.
“Dampaknya ada sebagian pelanggan yang tidak kebagian pasokan listrik. Bahkan PLN UPJ Blitar hanya kebagian 20 kilovolt dari jatah normal 70 kilovolt dan harus dibagi ke 4 penyulang atau gardu induk. Namun demikian saat ini sudah dalam taraf pembenahan, sehingga pihaknya memastikan tidak akan ada lagi pemadaman listrik secara tiba-tiba kecuali jika ada gangguan alam seperti hujan lebat yang menumbangkan pepohonan atau adanya angina puting beliung,” imbuh Gunawan. (mul)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Simo Kecamatan Kedungwaru

Tulungagung, PILAR
Degan semarak dan kebesaran jiwa, juga kejujuran atas keikhlasanhati dan kerukunan di lingkungan I RT. 01 RW. 01 Desa Simo Kecamatan Kedungwaru Tulungagung membuat tersentuh dengan terselenggaranya peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Mushola Al Huda. Dengan adanya masyarakat yang tidak begitu banyak, tapi mampu melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan meriah dan juga mampu mendatangkan seorang Ustad Warno Hamid dari Madura.
Tepoatnya hari Kamis malam Jumat tanggal 25 Februari 2010 merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami seorang pendatang baru, kata nara sumber bukan masalah mendatangkan ustad Warno Hamid yang kami banggakan. Tapi sebuah niat yang ikhlas dan pengakuan terhadap nabi Muhammad SAW yang perlu kita garis bawahi juga sebuah permohonan dan keridhoan Allah agar Mushola Al Huda selalu banyak yang berjamaah bahkan lebih banyak yang berjamaah dari sekarang.
Selain memberikan santunan anak yatim juga para ibu rumah tangga secara kompak membawa 10 kerdus perorang untuk di sedekahkan kepada tamu undangan. Dari contoh lingkungan kecil ini semoga menjadi contoh bagi lingkungan lain antinya, amin. Tapa ada bantuan dari manapun, niat dari masyarakat lingkungan I RT. 01 RW. 01 Desa Simo Kecamatan Kedungwaru Tulungagung terlaksana berikat ridho Allah semata. Amin. (san)

Pernikahan Berubah Jadi Jeritan, Habis Manis Sepah Di Buang

Tulungagung, PILAR

Dua pasang sejoli yang mengikat janji mulanya memang kelihatan romantis dari kacamata yang melihat, laki-lakinya tampan dan penyabar dan wanitanya cantik dan lemah lembut tergolong punya iman. Keterangan yang kami peroleh dari nara sumber yang mana laki-laki tersebut memang tampan. Tapi tergolong orang yang tidak punya perasaan dan kejam. Buktinya baru 16 hari duduk berdua di kursi pelaminan, mempelai laki-laki, Ichwan Habibi dari Desa Besuki Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar memulangkan isterinya kepangkuan orang tuanya dengan maksud mau diceraikannya.

Dari keterangan isterinya dan mertuanya di Desa Simo Kecmatan Kedungwaru Tulungagung bahwa sebelum ada kese[pakatan kejenjang pernikahan, tidak pernah terlintas sifat yang kejam. Tragisnya, setelah terjadi ahad nikah, munculah sifat dan karakter aslinya. Itupun sang isteri masih menutupi dengan rapat agar tidak tercium dengan sanak keluarga, bahkan orang tuanya tentang kebusukan suaminya. Setelah pelaksanaan pernikahan tanggal 14 Oktober 2009 dan dirayakan di pelaminan dengan meriah pada tanggal 30 Januari 2010 di Desa Simo Kecamatan Kedungwaru Tulungagung, Ichwan habibi memboyong isterinya kerumah orang tuanya di Desa Besuki Kecamatan Udanawu Blitar dengan diantar rombongam dari Desa Simo Kecmatan Kedungwaru Tulungagung.

Tragisnya baru setelah 16 hari setelah pesta pernikahan berlangsung, tepatnya hari Selasa tanggal 16 Februari 2010 jam 14.00 dengan dihantarkan orang tuanya dan keluarga lainnya, Ichwan Habibi menyerahkan isterinya ke mertuanya dengan maksud mau diceraikannya dengan alasan tidak ada kecocokan. Dalam hal apa? Semua tidak tahu dan tidak jelas.

Yang lebih menyakitkan lagi, keterangan dari isteri Ichwan Habibi selama berada di rumah mertuanya, dia dianggap sebagai babu atau pembantu dan sehari dibayar Rp 10.000,00 dan di bayar bukan dengan uang tapi dengan sehelai baju baru. Bahkan mertuanya pun pandai bersndiwara di depan baik tapim di belakang saya mengatakan pada tetangga bahwa mereka tidak suka dengan mertuanya. Tanpa alas an yang jelas, satu minggu kemidian tepatnya hari Rabu tanggal 24 Februai 2010 jam 9 malam, Ichwan Habibi bersama seseorang yang mengaku keluarganya yang rumahnya seputaran Campurdarat Tulungagung dengan tujuan minta tanda tangan agar mau di ceraikannya, alasannya tidak ada kecocokan.

Diduga orang yang diajak Ichwan Habibi adalah pengacaranya. Kalau tidak cocok dan tidak suka, kenapa selalu minta dilayani layaknya suami isteri setelah puas dicuekin, kata isterinya. Dengan rasa sakit, marah dan kecewa atas kelakuan suaminya yang telah menginjak-injak harga dirinya, hanya bisa berdoa dan pasrah. Dia sosok wanita yang sabar dan tabah karena dia sangat yakin dengan kebesaran dan keadilan Allah SWT.

Lagi pula dia anak seorang tokoh agama yang boleh di kategorikan anak seorang kiyai. Konon beliau sosok kiyai yang punya jiwa besar dan sabar. Menurut kacamata kami, kami juga yakin bahwa Allah pasti mendengar jeritan-jeritan makhluknya yang teraniaya lahir batin. Kami juga berharap pengadilan agama Tulungagung di dalam gedung barunya, bertindak arib dan bijak. (san)

Kades Melakukan Pungli Prona 2009,


Trenggalek, PILAR

Dengan semaraknya pungli dimana-mana tidak lain masyarakatlah yang menjadi korban dengan adanya Program Prona yang di sosialisasikan oleh BPN kepada masyarakat bahwa program prona gratis dan pemohon hanya dibebani materi dan patok batas tanah. Namun pada prakteknya di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Program prona sudah di biayai dari dana APBN dan ditambah dana pendamping untuk sosialisasi dan pelaksanaan program tersebut. Adapun dana pendampingdari APBD di salurkan lewat kecamatan sebesar Rp 51.000,00 per bidang. Berdasarkan keterangan dari H. Najamudin Kepala BPN Trenggalek, di Desa Duren Kecamatan Tugu per bidang membayar Rp 250.000,00 jadi dari 100 pemohon totalnya sebesar Rp 25.000.000,00.

Berdasarkan pengakuan ketua Pokmas Duren, semua uang tersebut diserahakan ke bendahara. Ketua Pokmas Duren Musalam yang masih menjabat sebagai Kepala SDN Puyung Pule mengatakan bahwa untuk pemberkasan ke sekdes rp 12.500 perbidang dikali 100 pemohon Rp 1.250.000,00 dan yang lainnya untuk sosialisasi dan pengukuran. Tentang dana pendamping dai APBD, Pokmas tidak tahu sama sekali. Sisa uang masih dibawa bendahara.

Dari pengakuan Basuki Widodo selaku Kepala Desa Duren, uang tersebut atas kesepakatan bersama dan sisanya nanti dikembaliakan pada pemohon. Apapun alas an Basuki untuk program prona tentang adanya dana pembiayaan yang nilainya sebesar Rp 250.000,00 per bidang adalah sudah mufakat yang jelas tetap tidak dubenarkan karena sudah ada dana pendamping dari APBD yang cukup besar.

Peraturan materi pernahanlah yang harus di pakai pedoaman programa prona. Hal tersebut menurut undang-undnag pidana korupsi disinyalir ada pelanggaran dari pasal 3 UU no . 31 tahun 1999 jo UU No. 20 tahun 2001.. bersambung… (san)