Sabtu, 26 Desember 2009

Simulasikan Penanganan Kecelakaan


Lamongan, KPN.

Seorang lelaki separobaya tergeletak di jalan setelah ditabrak sepeda motor. Lelaki itu nampaknya menderita luka-luka cukup serius. Tidak berapa lama sebuah ambulan datang bersama dua orang petugas kesehatan yang segera menghambur keluar membawa tandu dan seperangkat alat medis. Namun dua petugas itu tidak langsung mengangkat korban tersebut.

Dua petugas itu menjalankan serangkaian prosedur sebelum korban kecelakaan ditandu dan diangkut ke ambulan bercat dominan hijau itu. Sebuah penahan cedera leher dipasang dan petugas juga memasang alat bantu pernafasan pada korban. Baru kemudian mengangkatnya mengunakan tandu ke atas ambulan yang dilengkapi sejumlah perlengkapan yang bisa digunakan untuk melakukan tindakan operasi jika diperlukan.

Itu adalah bagian dari skenario simulasi penanganan kecelakaan yang dilakukan seusai penyerahan hibah mobil ambulan dari PT Askes pada RSD dr Soegiri Lamongan. Simulasi itu sendiri dilangsungkan di halaman Pemda setempat, Kamis (17/12). Penyerahan ambulan itu dilakukan secara simbolis dari General Manager PT Askes Regional VII, Mohammad Edison pada Bupati Lamongan Masfuk di sela-sela Apel Korpri.

Korban kecelakaan memang memerlukan penanganan khusus. Tidak bisa sembarangan langsung ditandu, atau bahkan diangkat begitu saja dari lokasi jatuhnya. Karena bisa saja ada tulang yang patah, cedera leher, cedera tulang belakang atau resiko lainnya yang sangat membahayakan jika korban langsung diangkat. “Prosedur tadi perlu dilakukan agar cedera korban tidak semakin parah, “ celetuk Masfuk saat saksikan simulasi.

Terkait bantuan hibah ambulan dari PT Askes tersebut, Masfuk menyampaikan bahwa itu adalah bagian dari kepedulan PT Askes. Bahkan ambulan tersebut sudah dilengkapi peralatan medis yang bisa digunakan untuk melakukan operasi di dalam mobil. “Saya sudah lihat peralatannya cukup lengkap. Sehingga mobilitasnya akan semakin tinggi untuk memeberikan bantuan, “ ujarnya.

Sementara Edison dalam keterangannya mengungkapkan, selain Lamongan tahun ini PT Askes juga memberikan hibah serupa untuk Madiun. Menurutnya, hibah tersebut adalah bagian dari program CSR atau Corporate Social Responsbility PT Askes selain berbagai program lain seperti beasiswa untuk anak PNS golongan I dan II serta berbagai kegiatan lain.

Dia juga mengatakan, Askes Center juga mungkin untuk dibangun di RSD dr Soegiri Lamongan. “Asal nanti disediakan lahan dan lokasi yang strategis nanti akan kami usulkan dan bisa dipertimbangkan pendirian Askes Center seperti yang sudah ada di RSD dr Soetomo Surabaya, “ jelasnya (giek).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar