Rabu, 12 Mei 2010

Festifal Negarakretagama Untuk Mengenang Kejayaan Jatim


Surabaya Jatim, PILAR.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim bakal menggelar Festival Negarakretama, 19-27 Juni mendatang.Festival seni dan budaya yang baru kali pertama digelar ini berorientasi pada revitalisasi, resistensi, konservasi dan reinterpretasi seluruh aset kebudayaan Jatim. Secara konkretnya diekspresikan dalam seni tari, musik, teater dan seni rupa, baik yang tradisional, modern maupun kontemporer. “Karena itulah, festival ini diberi nama Festival Negarakretagama sebagai cerminan nilai-nilai filosofis yang pernah lahir di Jawa Timur,” kata Kepala Bidang Budaya Seni Perfilman Disbudpar Jatim, Bagus Purwono, Rabu (21/4).

Selain sebagai wadah seni yang berkembang sekarang, Festival Negarakretagama juga sebagai upaya mengenang dan menilik kembali kejayaan Jatim. Romantisme itu diusung bukan karena para seniman ingin bersikukuh dengan seni yang ada sekarang atau pada masa lalu, melainkan lebih sebagai pengingat kalau Jatim memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi pembangunan peradaban Indonesia.

Berbagai seniman baik nasional maupun internasional akan ambil bagian dalam festival ini.Vincent de Lavenere termasuk seniman internasional yang akan tampil dalam festival nanti. Seniman asal Prancis ini akan menampilkan juggling musikal dalam Cie Chant de Balles.“Rencananya Festival Negarakretagama digelar rutin tiap tahun,” kata Bagus.

Selain sisi seni, Festival Negarakretagama juga menekankan sisi sejarah Jatim dengan menggelar pameran museum. Kegiatan ini sekaligus sebagai kontribusi untuk program Visit Museum 2010 yang dicanangkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata akhir tahun lalu.

Sementara Kepala Seksi Kesenian Disbudpar Jatim, Arif Rofiq menampik jika Festival Negarakretagama merupakan bentuk baru Festival Cak Durasim. Sejak tahun lalu, festival yang rutin digelar Taman Budaya Jawa Timur sudah tidak diselenggarakan lagi. Tahun ini, festival serupa kemungkinan besar juga tidak akan digelar.

Rofiq mengatakan, Festival Negarakretagama sepenuhnya berbeda dari Festival Cak Durasim. Festival Negarakretagama juga bukan Festival Cak Durasim yang sudah ganti baju. “Festival Negarakretagama tidak mengacu pada satu sosok tertentu. Apakah Festival Cak Durasim akan digelar lagi atau tidak, itu masih butuh pembahasan lagi,” kata Rofiq. *budi*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar