Sabtu, 12 Desember 2009

DKI Masih Siapkan Format UN


DKI Masih Siapkan Format UN
Jakarta, Pilar News.
Walau belum ada keputusan final dari Departemen Pendidikan Nasional RI, namun Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta tetap berkomitmen untuk melaksanakan Ujian Nasional (UN) bagi pelajar SMP, SMA/SMK, atau sederajatnya. Langkah ini akan diambil jika hingga Maret 2010 belum ada keputusan resmi dari Depdiknas. DKI juga optimis mampu mencapai target kelulusan lebih dari 96 persen.
Sejauh ini memang Depdiknas belum mengambil keputusan apakah UN dihapus atau tidak. Padahal sebelumnya, dalam amar putusannya, Mahkamah Agung memutuskan bahwa UN dihapus bagi SMP, SMA/SMK atau sederajatnya. “Kami masih menunggu keputusan dari Depdiknas apakah akan melakukan amar putusan MA soal penghapusan penyelenggaraan UN bagi SMP, SMA, serta sederajatnya atau tidak. Namun kami akan tetap mempersiapkan diri untuk menghadapi format UN seperti sebelumnya,” ujar Taufik, Rabu (2/12).
Taufik juga mengaku akan tetap melakukan persiapan UN secara intensif, termasuk masalah pengawalan dan pendistribusian soal-soal UN agar tidak terjadi kebocoran soal ujian. Disdik juga akan menggunakan jasa PT Pos untuk mendistribusikan soal-soal ujian. Hal itu dilakukan karena kerahasiaan soal akan tetap terjamin hingga sampai ke sekolah-sekolah tujuan.
”Masanya tinggal 3 bulan 13 hari lagi. Jadi waktu yang tersisa bisa digunakan untuk melakukan persiapan intensif,” ujarnya. Ia mengaku akan memberikan stimulus, pembinaan dan dorongan kepada semua kepala sekolah terkait persiapan UN. Hal ini untuk menciptakan suasana yang kondusif. Sebab, dilihat dari tingkat kelulusan UN SMP dan SMA di DKI tahun ajaran 2008/2009, tingkat kelulusannya telah mencapai 96 persen. "Untuk UN tahun depan kita akan coba tingkatkan lagi angka kelulusannya," ujarnya.
Selanjutnya ia merinci UN SMP tahun 2008/2009 dengan jumlah peserta sebanyak 117.773 siswa (dari 1.030 Sekolah), tingkat kelulusannya mencapai 99.81 persen. Nilai nilai rata-rata yang dicapai adalah 6.92.
Kemudian UN SMA diikuti oleh 57.516 siswa dari 474 sekolah dengan tingkat kelulusan 96.57 persen. Nilai rata-rata yang dicapai adalah 7,19 untuk program studi IPA, 7.05 untuk IPS dan 6,51 untuk program bahasa. Sedangkan untuk SMK jumlah peserta UN sebanyak 57.914 siswa dari 555 sekolah dengan tingkat kelulusan 97.65 persen. Kemudian jumlah peserta UN SD sebanyak 130.604 siswa dengan tingkat kelulusan 99,66 persen.
Untuk meningkatkan angka kelulusan tersebut, Disdik DKI Jakarta berencana meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru-guru sekolah. Terutama kualitas guru yang mata pelajarannya diuji saat UN. "Kita melakukan diagnostic online atau pemetaan kompetensi kepada guru-guru, baik sekolah negeri maupun swasta. Kualitas guru perlu ditingkatkan karena ada korelasi linier antara kemampuan guru dengan hasil siswa," ungkapnya.
Untuk tahun 2010, menurut peraturan Menteri Pendidikan ujian akan dibagi menjadi dua bagian yakni ujian utama mulai Maret 2010 dan ujian susulan bagi siswa yang tidak hadir pada ujian utama dengan alasan sakit. “Yang tidak ikut ujian bukannya tidak lulus tapi diberi kesempatan ujian susulan. Ujian ini untuk melihat status dan kompetensi serta memberikan pembelajaran kepada siswa bahwa di dalam kehidupan masyarakat yang sesungguhnya banyak ujian yang dihadapi,” ujar Taufik.
Rencananya, jika tidak ada perubahan maka pelaksanaan UN dimulai pada tanggal 15 Maret 2010 untuk Sekolah Menengah Umum (SMU). Kemudian untuk SMP pada 29 Maret 2010, dan seminggu kemudian pelaksanaan UASBN bagi siswa Sekolah Dasar (tim).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar