Minggu, 07 Maret 2010

Plengsengan Ambrol Akibat Hujan Deras



Blitar, PILAR
Plengsengan yang dibangun dengan menggunakan dana program Pembangunan Ekonomi Berbasis Swadaya Masyarakat (PBSM) sekitar Rp. 74 juta di Jl Bakung Kelurahan Sukorejo kecamatan Sukorejo Kota Blitar ambrol. Bangunan plengsengan yang ambrol, panjangnya sekitar 5 meter. Hariyadi salah satu warga setempat saat dikonfirmasi di sekitar lokasi ambrolnya plengsengan di sepanjang kali lahar mengaku, plengsengan ini telah ambrol sekitar 3 hari lalu, saat hujan mengguyur Kota Blitar dan disertai gempa. Warga sudah terbiasa dengan kondisi ini, serta tidak merasa khawatir rumah diatas plengsengan tepatnya di RT 03 RW 06 ini ambrol juga.
Sementara itu Supriono, ketua fraksi Demokrat DPRD Kota Blitar yang mendatangi lokasi berharap pemerintah segera memperbaiki bangunan plengsengan ini, karena kondisi ini sangat membahayakan rumah yang ada diatasnya. Darimanapun sumber dananya diharapkan program bisa berjalan dengan baik, namun dari pengamatannya, bangunan plengsengan ini kualitasnya kurang bagus, ini terlihat dari ambrolan material plengsengan yang terlihat seperti campuran semennya kurang.
Di tempat terpisah Suhartono, Lurah Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kota Blitar saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya mengenai hal ini mengakui adanya ambrolnya plengsengan kali lahar ini. Pihaknya sudah mengambil sikap dengan mengkoordinasikan hal ini kepada kelompok masyarakat untuk mencari solusi dan secepatnya akan mengirimkan surat kepada Walikota dan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pihaknya berharap agar perbaikan plengsengan dilakukan Dinas PU karena tidak ada anggaran untuk perbaikan. Namun Suhartono memastikan kualitas bangunan dari program PBSM sekitar Rp. 74 juta tahun anggaran 2009 ini sudah bagus, karena pengerjaannya menggunakan sistem swadaya serta memastikan ambrolnya bangunan karena faktor alam. Terlebih lagi karena tanah plengsengan ini merupakan tanah uruk.
Sambil menunggu kebijakan dari pemerintah terkait program ini, upaya perbaikan dilakukan seadanya dengan memilah sejumlah material yang masih bisa dimanfaatkan lagi, misalnya batu. (mul)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar