Jumat, 05 November 2010

cerita lasminah

LASminah

--------------

Seorang pemuda bernama Kunto, pendiriannya kuat, gigih, tekun dan bertanggung jawab dalam keluarga. Namun sayang pemuda pendiam ini hanya mampu menyelesaikan sekolahnya sampai STM. Tapi ia merasa jika itu sudah lebih dari cukup.

.

Kunto, setelah tamat dari Sekolah Teknik Menengah di salah satu sekolah yang tidak terlalu terkenal di kotanya itulah ia ingin membantu orang tuanya untuk mencari nafkah dengan ikut salah satu keluarga warga keturunan China.

Nah … Hikayat tentang kehidupan Kunto yang agak terlihat aneh kita mulai dari sini. Majikan Kunto mempunyai anak gadis cantik bernama Chien Chien yang sudah hendak menikah. Calon suaminya bekerja diluar kota. Hingga pada suatu hari datang sebuah musibah. Calon suami Chien Chien meninggal karena kecelakaan. Konon sepeda motor yang dikendarainya selip dan menabrak pohon asem dipinggir jalan. Dan karena itulah calon suami gadis majikan Kunto tewas dalam perjalanan saat hendak dibawa ke Rumah Sakit.

Karena musibah itu kegelisahan Chien Chien tak dapat disembunyikan. Hari-harinya terlihat murung. Waktu terus berlalu, dan yang Kunto ketahui Chien Chien selalu melinangkan air matanya.

Sejenak kita tinggalkan Chien Chien… Pada suatu malam udara panas tiba-tiba menjadi dingin. Dari kejauhan suara petir bersautan. Dalam hati Kunto berkata “ Lebih baik pulang sekarang dari pada nanti kehujanan “. Memang sudah menjadi kebiasaan Kunto selalu pulang malam dari rumah mejikannya, maklum pekerjaan banyak dan kedua majikannya yakni yang laki-laki dan perempuan menaruh kepercayaan yang dalam kepada Kunto.

Namun ketika Kunto hendak pulang dan hendak mengayuh sepedanya tiba-tiba majikan yang perempuan memanggil “ To, tolong guci ini kamu kubur di pemakaman “. Mendadak tubuh Kunto panas dingin karena takut. “ Kenapa harus di kuburan ?”. Gumamnya dalam hati. Namun guci itu tetap diraihnya dan Kunto segera pamit.

Baru beberapa meter saja Kunto mengayuh sepedanya hujan mulai turun. Padahal jarak rumah majikan dengan rumahnya kurang lebih 2 km. Tetapi karena ada rasa penasaran dalam hatinya tentang isi guci, meski hujan semakin deras mengguyur Kunto tetap bertahan diatas sepedanya dan tak mau berteduh.

Sesampainya dirumah setelah tubuhnya kering Kunto segera membuka tutup guci yang terbuat dari keramik. Awalnya ia mengira jika guci itu adalah tumbal dan berisi emas. Namun sontak saja ia kaget, ternyata guci itu berisi kain putih yang penuh dengan bercak darah. Dan semakin ia amati ternyata bercak darah itu berbentuk gumpalan. Pikiran tak tenang berkecamuk dalam diri Kunto. Tak mungkin ia ke pemakaman untuk mengubur guci itu karena hujan dan yang pasti lagi karena takut. Maka terambil keputusan olehnya untuk tidak mengindahkan amanat juragan, akhirnya guci itu ditanam di kamar kosong yang ada dirumahnya atau dikamar sebelah kamar tidurnya.

Beberapa hari setelah itu memang tidak ada hal yang ganjil. Namun setelah sekitar 36 hari atau orang jawa bilang “ Selapan Dino “ Kunto sering merasakan di rumahnya ada bau bayi. Bahkan sering juga Kunto mendengar suara tangis bayi yang nyaring di rumahnya. Tetapi jika suara itu benar-benar dirasakan dan di amati maka akan hilang. Dan suara tangis itu biasanya datang usai magrib. Hal itu berlangsung sekitar tiga bulan, hingga akhirnya suara tangis bayi itu lenyap sama sekali.

Kunto, sejauh itu masih tetap bekerja pada Papa dan Mama Chien Chien. Suasana duka tak lagi terlihat pada wajah Chien Chien, senyumnya kini terlihat cerah. Hingga sekitar satu tahun kemudian Kunto kembali menemukan tanda-tanda yang tidak beres di rumahnya. Dirinya sering melihat anak kecil berlari kadang bermain loncat-loncatan di dalam dan belakang rumahnya. Bahkan pernah saat Kunto hendak masuk kamar mandi dirinya berpapasan dengan anak kecil namun setelah dibiarkan lewat anak itu tiba-tiba hilang. “ Ach,, Cuma illusi “ gumamnya dalam hati. Tetapi hal aneh itu juga tidak berlangsung lama.

Selama adanya kejadian-kejadian aneh itu Kunto tak pernah bercerita kepada siapapun meski dengan orang tuanya. Sembilan tahun telah berlalu, kini Kunhto tak lagi bekerja di rumah Chien Chien. Namun karena mantan majikannya itu baik Kunto sering main dirumahnya walaupun hanya sekedar mampir. Nah.. Dalam kurun waktu sembilan tahun itulah hal aneh kembali terjadi. Dalam mimpi Kunto sering di datangi gadis kecil yang sangat cantik kira-kira berusia sepuluh tahun. Dalam mimpi gadis itu sering membangunkan Kunto jika bangun tidur kesiangan. Atau malam hari jika Kunto ketiduran dan lupa belum sholat Isya’ bahkan tak jarang datang dalam mimpi hanya sekedar bercanda.

Aneh memang,,, “ Siapa ya … Ach, itu hanya mimpi, tapi kenapa selalu dia yang datang …” Itulah yang selalu di pikirkan Kunto. Hingga pada suhatu malam tepatnya malam Selasa Kliwon, udara terasa gerah hingga Kunto merasa sulit untuk tidur.

Sampai akhirnya tengah malam baru sekejap saja dia memejamkan mata, ia merasa di dalam rumahnya ada angin yang bertiup sangat kencang. Sampai ia terbangun dan ketika benar-benar sudah sadar, angin itu masih terasa sangat bergemuruh.

Dan bersamaan dengan hilangnya angin seperti ada suara langkah kaki menuju kamar Kunto. “ Thok .. thok .. thok .. “ Pintu kamar Kunto di kethuk dari luar. Awalnya ia gemetar tapi rasa takut itu hilang karena ia mengira jika yang mengetuk pintu itu adalah ibunya. Gagang pintu di raih, dan setelah pintu benar-benar terbuka, “ J l e g … “. Bersambung … ( Piyoen )

kriminal

Pengedar Pil Koplo di Bekuk

Tulungagung, Koran PILAR

Sutoyo Bin Sani laki-laki muda berusia 25 tahun warga Desa Mulyosari Kecamatan Kauman yang sudah menjadi incaran Satuan Reskoba Polres Tulungagung terkait peredaran narkoba akhirnya berhasil ditangkap. Dari tangan tersangka berhasil di sita barang bukti berupa Pil Doble L warna putih sebanyak 200 butir. Sutoyo ditangkap pada 15 Oktober 2010 sekitar jam 15.30 di Desa Bolorejo Kecamatan Kauman saat hendak transaksi barang haram tersebut dengan calon pembelinya. Begitu kyang disampaikan Kapolres Tulungagung AKBP Hery Wahono melalui Kasubbag Humas AKP Suratman.

Kepada pelaku tentunya akan dijerat dengan Pasal 60 ayat (1) b jo pasal 71 ayat (1) sub pasal 62 jo pasal 71 ayat (1) UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang psykotropika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (P’yoen)

Mencuri Besi Beton di Bui

Tulungagung, Koran PILAR

Kuli bangunan asal Desa/Kecamatan Boyolangu, yakni Suhadi Achmad Abidin 22 tahun harus berurusan dengan Polisi. Ia tebukti telah mencuri besi beton di RSU Dr. Ishak Tulungagung. Peristiwa itu terjadi pada Jum’at (15/10) sekitar jam 06.15. Bermula saat Pareng (PNS RSU Dr. Iskak) hendak masuk ke ruang kerjanya yang berdada di bagian belakang. Ia mengetahui ada seorang pekerja bangunan (Suhadi Achmad Abidin-red) sedang melemparkan besi beton ke luar pagar Rumah Sakit. Kemudian Pareng memanggil Imam Mu’in 19 tahun Satpam RSU Dr. Iskak untuk menghentikan aksi Suhadi Achmad dengan mengamankannya ke Pos Satpam. Begitu yang disampaikan Kapolres Tulungagung AKBP Hery Wahono melalui Kasubbag Humas AKP Suratman. Berikutnya tersangka dan barang bukti berupa 5 ikat besi bekas cor hsenilai Rp. 200.000,- diserahkan ke Polsek Kedungwaru guna proses lebih lanjut.

Dan tentunya tersangka akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP Tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (P’yoen)

Edarkan Kupon Judi Togel di Ringkus

Tulungagung, Koran PILAR

Peredaran judi Togel di Tulungagung masih marak. Bambang Catur Margono Als Kesper 37 tahun warga Dusun Pelem Rt.03 Rw.02 Desa Serut Kecamatan Boyolangu di amankan Polisi karena terbukti mengedarkan judi Togel di desanya. Bambang ditangkap pada Sabtu (16/10) sekitar jam 14.15 saat menunggu pembeli di emperan rumah tetangganya. Penangkapan laki-laki bertatto dilengannya itu atas informasi masyarakat. Kepada Pilar Bambang mengaku omset dalam setiap kali putaran mencapai Rp 300.000,- Kapolres Tulungagung AKBP Hery Wahono melalui Kapolsek Boyolangu AKP Soeryadi mengatakan, dari tangan tersangka berhasil diamankan barang bukti berupa 1 buah HP Merk Nexian yang berisi SMS tombokan judi Togel, 5 lembar kertas bertul;iskan tombokan judi Togel dan uang tunai sebesar Rp 52.000,-

Tersangka akan di jerat dengan Pasal 303 KUHP Tentang Tindak Pidana Perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. ( P’yoen )

Ngembat HP Seorang Pelajar di Sidik

Tulungagung, Koran PILAR

Terjadi tindak pidana pencurian HP Nokia 5130 X pada Sabtu (16/10) sekitar jam 14.00 di Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu. Semula HP Nokia 5130 X milik korban Yuli Nustiana 34 tahun warga Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu di taruh di atas kursi ruang keluarga. Selanjutnya datang saksi Nike Yuliati warga Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu bersama pelaku C-P 16 tahun pelajar warga Desa/Kecamatan Ngunut membantu memasukkan keramik milik morban ke dalam rumah. Setelah selesai pelaku berpamitan pulang dan beberapa saat kemudian di ketahui HP milik korban telah raib. Karena curiga akhirnya korban bertanya kepada pelaku dan pelaku mengakui jika dirinya telah mengambil HP milik korban.

Kapolres Tulungagung AKBP Hery Wahono melalui Kasubbag Humas AKP Suratman membenarkan adanya kejadian tersebut dan kini pelaku masih dalam penyidikan.(P’yoen )

Tiga Pelajar Jadi Tumbal Pantai Sidem

Tulungagung, Koran PILAR

Warga pesisir Pantai Sidem Desa Besole Kecamatan Besuki gempar atas kejadian tiga orang pelajar yang terseret ombak. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (17/10) sekitar jam 11.00. Kapolres Tulungagung AKBP Hery Wahono melalui Kasubbag Humas AKP Suratman membenarkan adanya kejadian tersebut. Bermula ketika korban Moch Idam Mukhlisin (13) pelajar warga Desa Bono Kecamatan Pakel bersama temannya Ludfi (13) dan Bima (13) tahun keduanya juga seorang pelajar warga Desa Sukoanyar Kecamatan Pakel. Mereka bermain pasir di Pantai Sidem dilanjutkan dengan mandi di air laut. Namun tiba-tiba datang ombak besar dan menyeret Ludfi yang selanjutnya berteriak minta tolong. Sedangkan Idam dan Bima berusaha menolong Ludfi tetapi akhirnya malah terseret ombak.

Ludfi berhasil di selamatkan oleh nelayan sementara Idam ditemukan sudah tewas dan sampai berita ini di tulis Bima belum di ketahui nasibnya.(P’yoen)

Staf UPTD Diduga Slingkuh Dengan Anak RW

Tulungagung, Koran PILAR

Sekitar sepuluh orang warga yang mewakili Dusun Legawan Desa Balerejo Kecamatan Kauman, Selasa (12/10) sekitar jam 20.00 nggruduk ke rumah Pak Rt-nya Mu’anam. Mereka mempertanyakan kebijakan Mu’anam selaku ketua Rt atas dugaan perselingkuhan yang dilakukan Sumandari 35 tahun warga setempat dengan Totok 45 tahun warga Desa Batangsaren Kecamatan Kauman. Namun Mu’anam menyarankan “Sebaiknya masalah ini diselesaikan saja di Kantor Desa bersama Lurah“ Kata salah satu warga.

Nipon 60 tahun perwakilan warga saat ditemui Pilar usai berdialog dengan ketua RT mengatakan, awalnya pada Sabtu (9/10) sekitar jam 23.30, warga mengetahui jika Totok berada di rumah Sumandari wanita yang ditinggal suaminya bekerja di luar negeri. Warga menduga jika didalam rumah itu keduanya melakukan aktifitas perzinahan. Maka akhirnya sekitar jam 00.30 bersama Mu’anam warga menyanggongnya dan berniat hendak mengerebek. Tetapi niat warga itu dihalang-halangi oleh Jono ketua RW setempat yang tak lain adalah ayah Sumandari. “ jen aku ae sing mlebu, awakmu ngentenono njobo, ( Biar saya saja yang masuk, kalian tunggu di luar – red ) “ Kata Nipon menirukan Pak Jono.

Lanjut Nipon, selang 30 menit kemudian Pak Jono dan Totok keluar dari rumah Sumandari. Pak Jono langsung pulang kerumahnya yang tak jauh dari rumah Sumandari ( anak Pak Jono-red ) begitu juga dengan Totok, ia-pun langsung pergi diantar oleh salah seorang warga. Berikut wargapun membubarkan diri tanpa bisa memberi sangsi kepada Totok yang dianggap telah membuat noda di desanya.

Sementara Kepala Desa Balerejo Hurip Setiadi menyayangkan sikap warganya, “Mestinya saat mengetahui keberadaan Totok di rumah Sumandari di luar jam tamu segera memberitahu saya, pasti si Totok itu akan saya tindak tegas“ Katanya. Hurip juga menyayangkan sikap ketua RT dan ketua RW, mestinya dengan masalah itu mereka segera koordinasi dengan pihak desa untuk segera diselesaikan agar masyarakat tidak bergejolak.

Dari keterangan Kepala Desa dan beberapa warga Dusun Legawan Desa Balerejo, Totok adalah warga Desa Batangsaren Kecamatan Kauman yang berstatus sebagai PNS di Kantor UPTD Jl. KH Hasim Ashari Kecamatan Kauman. Namun sayang saat wartawan Koran Pilar mendatangi Kantor UPTD selama 3 hari berturut-turut beberapa staf mengatakan jika Totok tidak ada di tempat. (P’yoen)

Tewas di Sungai Setelah Menghilang Satu Malam

Tulungagung, KORAN PILAR

Warga Dusun/Desa Punjul Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung, Sabtu (02/10) sekitar jam 08.30 digegerkan dengan penemuan mayat Pak Senin (55) warga setempat. Mayat korban ditemukan di aliran sungai Mbajal atau tepatnya di Kedung Tretes Dusun/Desa Punjul Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung. Diduga kuat korban tewas karena terpeleset dan jatuh kepalanya membentur batu kali.

Saat ditemukan posisi korban dalam keadaan tengkurap diatas batu, kepala berada disebelah barat. Kondisinya sangat mengenaskan, dahi dan pelipis sebelah kanan luka memar, jari dan pergelangan tangan terdapat luka dan kulit iga sebelah kanan mengelupas hingga kurang lebih 25 cm. Korban memakai kaos dan sarung warna gelap kotak-kotak.

Kali pertama yang menemukan adalah Dul Jalal (40) masih kerabat korban. Awalnya dia hendak mandi di sungai namun dikejutkan dengan adanya sosok manusia yang tertidur dalam keadaan tengkurap di atas batu.” Tak kiro lek wong keturon mas, tapi tak celuk’i ndak nyauri trus aku mlayu (Saya kira kalau orang ketiduran mas, tapi aku panggil-panggil tidak menjawab terus saya lari – red )”. Dul Jalal kemudian memberi tahu warga sekitar dan memastikan siapa yang tertidur di atas batu. Setelah didekati ternyata Pak Senin dalam keadaan sudah meninggal. Dan wargapun segera mengevakuasi mayat Pak Senin.

Semua anggota keluarga menangis histeris melihat mayat korban. Mereka menunggu petugas identifikasi dari Polres Tulungagung. Korban divisum luar di rumahnya kemudian diserahkan kembali kepada keluarganya untuk persiapan pemakaman.

Sementara informasi yang di dapat Koran Pilar di sekitar rumah duka, korban tidak ada dirumah sejak semalam dan sempat dicari anaknya dibeberapa tetangganya namun tidak juga ditemukan. Masih menurut beberapa warga “Pak Senin adalah sosok yang baik dan pendiam tak mungkin punya musuh”. Ujar beberapa warga.

Sungai Mbajal, menurut keterangan warga sekitar memang sering menelan korban jiwa. 4 tahun yang lalu tidak jauh dari jasad Pak Senin di temukan juga pernah ada yang mati tenggelam saat mandi.

Kapolres AKBP Herry Wahono melalui Kabag Ops Kompol Suseno Warih mengatakan korban tewas karena murni kecelakaan terpeleset dan terbentur batu sungai. Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda yang mengarah pada penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. (p’yoen)

DAK Pendidikan Rp 28,1 M Belum Terserap 100 Persen

Tulungagung, Koran PILAR.

Dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2010 sebesar Rp 28,1 miliar untuk Kab Tulungagung sampai bulan Oktober ini ternyata belum terserap. Padahal tahun anggaran tinggal 2 bulan lagi.

Belum terserapnya DAK ini diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pemkab Tulungagung, Drs Hendry Setyawan MSi, Senin (18/10) kemarin.

“Untuk DAK bidang pendidikan sampai sekarang serapannya masih 0 persen. Belum ada realisasi,” ujarnya.

Hendry mengaku belum mengetahui secara detail mengapa DAK yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Marmer tersebut sepenuhnya belum terserap. “Bisa jadi karena terkait petunjuk pelaksana atau lain sebab,” katanya.

Menjawab pertanyaan, alumnus FE Manajemen Universitas Jember (Unej) ini menyatakan belum terserapnya DAK bidang pendidikan tidak kemudian membuat dana dari Pemerintah Pusat itu hangus jika belum direalisasi pada tahun 2010. Dana tersebut bisa direalisasikan pada tahun 2011 mendatang.

“Kami akan berupaya agar dana itu tidak sampai hangus. Biasanya bisa dilanjutkan pada tahun berikutnya. Jadi tahun 2011 bisa dilanjutkan,” paparnya.

Selanjutnya, Hendry yang mantan Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Tulungagung ini pun mengungkapkan secara keseluruhan serapan dana APBD 2010 Kab Tulungagung sampai sekarang sudah 65 persen. Itu berarti hampir sebagian besar sudah terserap. Utamanya serapan untuk Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Cipta Karya serta Dinas Pekerjaan Umum (PU), Pengairan dan Energi Sumberdaya Mineral (ESDM).

“Bisa dilihat kan sekarang sudah banyak proyek yang direalisasikan oleh setiap SKPD. Contohnya PU. Sekarang ada perbaikan saluran air dan trotoar di seputaran Alun-alun serta perbaikan saluran air di Jl Letjen Suprapto dan perbaikan jembatan di Jl Wahidin Sudirohusodo,” paparnya lagi.

Hendry berharap sampai akhir tahun 2010 semua dana APBD 2010 dapat terserap semuanya. Kendati diakuinya relatif sulit untuk merealisasikan penyerapan DAK bidang pendidikan. Hal ini karena terbentur prosedur pelaksanaan proyek dan waktu, seperti di antaranya masalah tender dengan waktu penyelesaian dalam satu tahun anggaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Tulungagung, Drs H Winarto MM ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya secara singkat menandaskan belum terealisasinya DAK bidang pendidikan dikarenakan persoalan spesifikasi barang. “Secara nasional belum berani melaksanakan karena spec (spesifikasi) barang belum ada,” begitu bunyi tulisan SMS yang ditujukan pada Bhirawa. (tiem/wd).