Sabtu, 27 Maret 2010

Puncak Earth Hour Digelar di Monas



Jakarta, PILAR
Aksi pemadaman lampu selama satu jam untuk memperingati Earth Hour yang digelar World Wildlife Fund (WWF) 27 Maret 2010, akan dipusatkan di Taman Monas, Jakarta Pusat.
Bahkan tiga hari menjelang aksi, berbagi macam komunitas mulai dari pelajar, mahasiswa, hotel, perusahaan, dan perkantoran telah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi. Puncak kampanye yang akan berlangsung mulai pukul 20.30-21-30 dengan mematikan lampu di lima titik wilayah DKI Jakarta. Selain itu, nantinya akan banyak pula partisipan yang menggelar acara khusus menggerakan aksi penghematan listrik serentak dengan ribuan kota-kota besar di dunia.

Direktur Program Iklim dan Energi WWF Indonesia, Fitrian Ardiansyah mengatakan, sebelum dilangsungkan acara puncak tersebut, beberapa komunitas akan melakukan aksi motivasi mulai dari pagi hingga malam hari. Diantaranya, seperti yang dilakukan komunitas Green Map dan komunitas Bike to Work yang akan berkeliling Jakarta dengan menggunakan sepeda.
Aksi mematikan lampu selama satu jam juga akan berlangsung di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Di Bandung misalnya, dengan dipelopori Forum Film Pelajar se Bandung, mereka mengajak seluruh komunitas masyarakat melakukan aksinya di sepanjang Jalan Dago hingga Jalan Cikapayang selama lampu dipadamkan. Di Yogyakarta, sebanyak 200 komunitas ontel rencananya akan menggelar aksi yang dipusatkan di Monumen Tugu hingga ujung Jalan Malioboro.
Aksi yang lebih unik akan berlangsung di Bali. Puncak kegiatan kampanye matikan lampu selama satu jam di daerah tersebut akan dimeriahkan 60 pelukis Bali yang akan melukis di atas kain kanvas sepanjang 60 meter dengan mengusung tema penghematan energi listrik dan penyelamatan lingkungan hidup. Aksi itu akan dipusatkan di kawasan Kuta Karnival, Bali.
Tahun ini, WWF Indonesia lebih memfokuskan kegiatan sosialisasi kepada pelajar, mahasiswa dan komunitas-komunitas yang ada di kota-kota besar. Hasilnya, cukup banyak sekolah, universitas dan komunitas yang bersedia menggaungkan pemadaman lampu selama satu jam. “Saat ini sudah ada 14 sekolah yang menyatakan turut bersedia mengkampanyekan aksi global ini dan beberapa universitas yang bersedia mempublikasikan kepada mahasiswa mereka,” kata Fitrian dalam Media Gathering di Jakarta, Rabu (24/3).
Salah satunya, SMA Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) yang akan mengadakan kampanye matikan lampu selama satu jam di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat. “Ini kita lakukan secara spontan setelah mengikuti workshop WWF. Kalau tidak dimulai dari diri kita sendiri, maka kita tidak akan bisa mengajak orang lain,” kata Ina (16), salah satu pelajar SMA YMIK.
Kegiatan serupa juga akan dilakukan mahasiswa dari Universitas Bakri School of Management yang menargetkan 60 gedung perkantoran di sepanjang kawasan Kuningan ikut serta dalam aksi matikan lampu selama satu jam. Untuk memuluskan rencanaya, saat ini sekitar 200 mahasiswa yang menjadi relawan tengah berupaya mendekati pemilik gedung agar mau mematikan lampu pada Sabtu (27/3).
Dari kalangan industri, salah satu raksasa elektronik, PT Sharp Electronik Indonesia juga akan bergabung dalam kampanye global Earth Hour 2010. Jika tahun lalu aksi yang dilakukan adalah dengan mematikan lampu pada kantor pusat, kantor cabang serta lampu seluruh papan reklamenya di Jakarta, tahun ini, PT SEI juga akan memadamkan lampu kantor utama yang berlokasi di kawasan Pulogadung serta pemadaman lampu papan reklame Sharp di Sumatera, Jawa, dan Bali.
Namun Sharp tidak akan mematikan papan reklamenya yang berada di Jalan Thamrin, Jakarta dan Kuta, Bali karena papan reklame tersebut menggunakan tenaga panel surya photovoltaic yang menghasilkan energi listrik dari sinar matahari *tom/tim*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar